Akurat Mengabarkan -

Cara Menghitung Listrik Dengan Kapasitas 450 VA Berapa Watt ???

Cara Menghitung Listrik Dengan Kapasitas 450 VA Berapa Watt ???
  Akurat Mengabarkan
Bagikan:

Tapaktuan, KBBAceh.news – Listrik 450 VA (volt ampere) merupakan salah satu kapasitas daya yang ditawarkan PLN ke pelanggan untuk pemasangan instalasi listrik rumah tangga. Kapasitas daya ini tersedia untuk masyarakat yang tinggal di wilayah 3T, yaitu daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Selain 450 VA, PLN juga menyediakan beberapa pilihan daya, mulai dari 900 VA, 1200 VA, 1300 VA, dan seterusnya. Masyarakat dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan listrik rumah tangga masing-masing.
Semakin kecil kapasitas daya listriknya, jumlah watt yang dapat disuplai pun semakin sedikit. Lalu, berapa watt yang dapat disuplai dengan kapasitas daya 450 VA? Bagi yang ingin tahu 450 VA berapa watt, simak cara menghitungnya dalam artikel ini.
Dalam dunia kelistrikan, daya dibagi menjadi beberapa macam, salah satunya daya semu dan daya nyata. Mengutip buku Teknik Kalibrasi Power Logger AC Berbasis IOT oleh Tiara Dyah Puspitasari, daya semu merupakan penjumlahan geometris dari daya aktif dan daya reaktif.
Daya semu adalah daya yang diproduksi oleh perusahaan daya sumber listrik (di Indonesia PLN) untuk didistribusikan ke konsumen. Satuan daya semu ini dinyatakan dalam VA. Satuan itulah yang sering dijumpai dalam rekening listrik untuk menyatakan jumlah daya yang dimiliki suatu gedung.
Untuk mengonversikan satuan VA ke watt, diperlukan faktor daya atau biasa disebut cos phi, yaitu perbandingan daya aktif (watt) dengan daya semu. Pasalnya, nilai VA yang tertera pada rekening listrik belum termasuk faktor daya tersebut.
Watt sendiri merupakan hasil perkalian Volt Ampere dengan faktor daya. Secara matematis, cara mengonversi Volt Ampere ke watt dapat dinyatakan dalam rumus berikut:

Watt = VA x PF (power factor/faktor daya)

Ada berbagai faktor yang menentukan nilai cos phi. Setiap alat elektronik pun memiliki faktor daya yang berbeda-beda. Namun, standar faktor daya biasanya berkisar antara 0,8-1.
Jadi, jika listrik di sebuah bangunan memiliki daya sebesar 450 VA dengan nilai faktor daya 0,8, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

Watt = VA x PF

Watt = 450 x 0,8

= 360 watt

Artinya, bangunan tersebut hanya mampu menyuplai listrik hingga 360 watt. Jika pemakaian listrik melebihi jumlah tersebut, listrik dapat turun atau mati secara tiba-tiba.

Satuan dalam Bidang Kelistrikan

Ada berbagai satuan yang sering digunakan dalam bidang kelistrikan, antara lain sebagai berikut:

1. Ampere

Lilik Hidayat Setiawan dalam buku Kamus Sains untuk SD/MI menjelaskan, ampere merupakan satuan kuat arus listrik dalam sistem internasional. Satuan ini menyatakan besarnya arus listrik maksimal yang dapat dialirkan melalui suatu alat elektronik. Ampere dinyatakan dengan simbol A.

2.Volt

Volt merupakan satuan untuk mengukur perbedaan tegangan listrik. Satuan ini banyak ditemukan pada berbagai peralatan rumah tangga dengan simbol V.

3. Watt

Watt digunakan untuk menyatakan daya listrik. Satuan ini setara dengan satu joule/sekon. Sama seperti volt, satuan watt juga biasa digunakan untuk peralatan rumah tangga, seperti lampu, mesin cuci, dan kipas angin.
(RED)
Bagikan:

Warning: Undefined variable $post in /home/n1608374/public_html/kbbaceh.news/wp-content/themes/kompasX/functions.php on line 102

Warning: Attempt to read property "ID" on null in /home/n1608374/public_html/kbbaceh.news/wp-content/themes/kompasX/functions.php on line 102

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!