Akurat Mengabarkan - 18 Juli 2021 12:26

Demi Bantu Masyarakat, Seorang Siswi SMA Nekat Kirimkan Pesan Minta Ban Bekas Ke Kapolda Aceh

Demi Bantu Masyarakat, Seorang Siswi SMA Nekat Kirimkan Pesan Minta Ban Bekas Ke Kapolda Aceh
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBACEH.news, Banda Aceh -Tia Rahmadhani (16) seorang siswi SMAN 1 Meureudu kabupaten Pidie Jaya nekat mengirimkan pesan kepada Kapolda Aceh melalu media sosial beberapa waktu lalu.

Kenekatan Tia ini rupanya terinspirasi oleh anak juru parkir yang berani mengirimkan secarik kertas berisi surat sederhana kepada Kapolda Aceh atas keinginannya bercita-cita menjadi Polisi, dan surat itupun direspon dengan baik oleh Kapolda Aceh sehingga viral dimedia sosial beberapa waktu silam.

Tia pun mencoba mengirimkan pesan kepada Kapolda Aceh Irjen Pol.Drs. Wahyu Widada,M.phil melalui media sosial instagram, permintaanya pun tergolong aneh, bagaimana tidak, ia hanya meminta bantuan Kapolda Aceh berupa ban bekas, jaring, bambu, dan tali.

Hal itu justru mencuri perhatian Kapolda Aceh,bak gayung besambut kata berjawab, tanpa diduga-duga Kapolda menjawab Direct Massage (DM) Tia serta menannyakan maksud dan tujuan Tia meminta bantuan beberapa barang tersebut.

Tak diduga rupanya Tia ingin menolong warga kampungnya yang selama ini sedang kesulitan mencari tiram sebagai mata pencaharian.Ia meminta barang-barang tersebut bukan untuk kepentingan pribadinya, namun hendak ia pergunakan bersama masyarakat untuk membangun budidaya tiram.

“Saya sangat terkejut dan tidak menyangka seorang tokoh publik seperti Kapolda Aceh mau menjawab pesan saya yang merupakan seorang anak SMA biasa, bahkan saya juga tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi dengan pak Kapolda sebelumnya,” ungkap Tia yang pernah menjuarai kompetensi Sains Nasional bidang Geografi tingkat kabupaten beberapa waktu lalu.

Tia mengatakan niatnya hanya ingin membantu warga di kampung, mereka saat ini sedang krisis dan kesulitan mencari tiram untuk dijual dalam memenuhi kebutuhan hidup, bahkan mereka sering pergi ke Banda Aceh menempuh jarak 4 jam dari Pidie Jaya hanya untuk mencari tiram.

“Saya pikir dari pada harus menghabiskan biaya dan waktu, mengapa tidak membangun sendiri budidaya tiram dikampung,” ucapnya.

Ia mengaku sempat putus asa karena tidak ada biaya, ia juga sudah mengajukan kepada perangkat gampong untuk membantu budidaya tersebut, namun terkendala dana desa yang tidak bisa digunakan untuk hal itu, akhirnya dia coba mengirim pesan ke Kapolda Aceh.

Dalam hitungan jam, bantuan dari Kapolda Aceh itupun langsung diterima Tia. Personel Polres Pidie Jaya turut bahu membahu menurunkan bahan baku peralatan yang dibutuhkan dalam membangun budidaya tiram.

Tia pun mendapat kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan Kapolda Aceh melalui Video Call Aplikasi WhatsApp dari staf pribadi Kapolda Aceh. Air mata Tia pecah mengalir penuh rasa haru. Tia juga didampingi para emak-emak pencari tiram yang antusias ingin bertatap muka dengan Kapolda Aceh, ucapan terimakasih dari warga kampung Deah Pangwa Pidie Jaya pun tersampaikan secara langsung.

“Saya tentunya mengapresiasi Tia yang merupakan sosok seorang pahlawan di kampungnya ini merupakan bukti bahwasannya Aceh memiliki generasi emas, meskipun masih belia, ia sudah dapat berfikir strategis dalam membangun perekonomian masyarakat kampung, dan ini menjadi inspirasi bagi kita semua,” ucap Kapolda mengapresiasi.

Jenderal bintang dua polisi ini mengatakan selalu ada ruang untuk berbagi, selalu ada ruang untuk beribadah, semoga Tia dan seluruh masyarakat gampong Deah Pangwa Kecamatan Trenggadeng kabupaten Pidie Jaya dapat berhasil membudidayakan tiram, harapnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!