Akurat Mengabarkan - 16 Juli 2020 09:06

Pelanggar Syariat Islam di Aceh Selatan Jalani Hukuman Cambuk

Pelanggar Syariat Islam di Aceh Selatan Jalani Hukuman Cambuk
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Pelanggar Syariat Islam di Aceh Selatan Jalani Hukuman Cambuk

Tapaktuan, KBBAceh.news-Sedikitnya 10 orang pelanggar Qanun Syariat Islam menjalani hukuman cambuk, bertempat di halaman Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Selatan, Jalan Nyak Adam Kamil, Tapaktuan, Kamis (16/7/2020).

10 orang yang dicambuk tersebut yakni inisial Er, pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 23 kali dipotong masa tahanan yang telah dijalani selama 5 bulan 18 hari sehingga sisa Uqubat Ta’zir sebanyak 18 kali.

Selanjutnya, Mr pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 20 kali dipotong masa tahanan yang telah dijalani selama 5 bulan 18 hari sehingga sisa Uqubat Ta’zir sebanyak 15 kali.

Ar pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 20 kali dipotong masa tahanan yang telah dijalani selama 5 bulan 18 hari sehingga sisa Uqubat Ta’zir sebanyak 15 kali.

KA pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 20 kali dipotong masa tahanan yang telah dijalani selama 5 bulan 18 hari sehingga sisa Uqubat Ta’zir sebanyak 15 kali.

NS pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 20 kali dipotong masa tahanan yang telah dijalani selama 5 bulan 18 hari sehingga sisa Uqubat Ta’zir sebanyak 15 kali.

WF pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 10 kali tidak dilakukan pemotongan karena penahanan yang dijalani kurang dari 30 (tiga puluh) hari.

SE pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 10 kali tidak dilakukan pemotongan karena penahanan yang dijalani kurang dari 30 (tiga puluh) hari.

Rn pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 10 kali tidak dilakukan pemotongan karena penahanan yang dijalani kurang dari 30 (tiga puluh) hari.

MF pidana Uqubat Ta’zir cambuk sebanyak 10 kali tidak dilakukan pemotongan karena penahanan yang dijalani kurang dari 30 (tiga puluh) hari, dan Ta Ta’zir Cambuk sebanyak 200 kali dipotong masa tahanan yang telah dijalani sehingga sisa Uqubat Ta’zir sebanyak 128 kali.

Kajari Aceh Selatan Fajar Mufti SH MH melalui Kasi Pidum, Rista Zulibar PA SH kepada wartawan mengatakan, dari 10 orang yang menjalani eksekusi cambuk tersebut 3 orang diantaranya perempuan.

“Eksekusi cambuk ini kita laksanakan sesuai protokol kesehatan Covid-19, sehingga tidak ada kerumunan warga di lokasi,” ujarnya. (MY).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!