Akurat Mengabarkan - 4 Agustus 2023 12:01

Penyaluran Bantuan Dana UEP, Terindikasi Adanya Dugaan Pungli di Dinsos Agara

Penyaluran Bantuan Dana UEP, Terindikasi Adanya Dugaan Pungli di Dinsos Agara
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Kutacane.KBBAceh.news – Dewan pakar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara, menuding adanya dugaan pungli terkait penyaluran dana bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Pada Jumat (4/8/2023).

Penyaluran tersebut disalurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara (Agara) melalui Dinas Sosial (Dinsos) disinyalir ada praktek dugaan pungutan liar (pungli) terhadap masyarakat yang penerima bantuan.

Adapun modus operandi atau praktek pungli itu, terindikasi adanya kesepakatan antara penerima bantuan dengan Oknum honorer Dinsos Agara selaku pengumpul data administrasi penerima bantuan UEP.

“Padahal berdasarkan prosedur data administrasi penerima bantuan UEP itu, seharusnya langsung di antarkan ke kantor Dinas Sosial, baru di verifikasi,” Kata Khairul, LSM LIRA.

Khairul menjelaskan keanehan yang terjadi dilapangan, yakni seluruh berkas pengajuan proposal penerima bantuan di jemput oleh oknum pegawai honorer Dinsos yang sudah ditunjuk oleh oknum kepala dinas.

Selanjutnya Ia mengatakan bahwa besarnya angka rupiah dugaan pungli bagi penerima berkisar antara Dua Juta Rupiah hingga Dua Setengah Juta Rupiah per orang.

“Yang menariknya, mereka selaku penerima bantuan UEP itu, bukan dari kalangan pengusaha produktif, melainkan mereka sebagai pedagang musiman atau dadakan dengan dalih hanya untuk mendapatkan bantuan saja,” Jelas Khairul.

Khairul berharap terkait adanya dugaan pungli ini agar aparat penegak hukum (APH) dan khususnya Tim saber Pungli Kabupaten, untuk dapat mendalami kasus ini. dan jika terbukti mereka dan oknum ada yang melakukan perbuatannya, maka dapat ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku, agar kedepannya tidak terjadi lagi perbuatan pungli.

Selain itu, dalam penyaluran dana bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang di salurkan oleh Dinas Sosial tersebut diduga tidak transparan kepada khalayak umum. Sebab sistem pendataan sangat tertutup hanya melibatkan sejumlah oknum pegawai honorer Dinsos setempat.

Diketahui bahwa Dana Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga miskin yang masuk dalam Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bernilai ratusan juta rupiah, bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2023.

Adapun besarnya jumlah bantuan setiap orang yakni Lima Juta Rupiah, namun sangat disayangkan pada realisasi yang disalurkan pihak Dinas Sosial hanya Rp. 2.400.000 hingga Rp.2.500.000.

Berdasarkan data penerima UEP ditemukan salah satu istri pendamping sosial TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) dan sejumlah Keluarga Kepala Dinas, Bendahara Kabid hingga bantuan tersebut diterima oleh keluarga Kepala Dinas Sosial Agara.

“Pihak KBBAceh.news sudah mengkonfirmasi lewat WhatsApp terkait bantuan tersebut, Namun hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban resmi dari Kepala Dinas Sosial Agara,” Pungkasnya.(Hidayat)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!