Akurat Mengabarkan - 15 Juli 2023 22:37

Terindikasi Adanya Dugaan Kecurangan Dalam Rekrutmen Panwaslih Zona IV di Aceh Selatan, Polda dan Kejati Aceh Diminta Turun Tangan

Terindikasi Adanya Dugaan Kecurangan Dalam Rekrutmen Panwaslih Zona IV di Aceh Selatan, Polda dan Kejati Aceh Diminta Turun Tangan
T. Sukandi  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan.KBBAceh.news – Rekrutmen Komisioner Panwaslih di Zona IV yang meliput Kabupaten Aceh Selatan, Singkil, Simeulue, Aceh Tenggara dan Kota Subulussalam menjadi perbincangan hangat diruang Publik di Aceh Selatan dikarenakan Terindikasi Adanya Dugaan Kecurangan.
Dugaan kecurangan tersebut dikarenakan terjadnya proses penundaan yakni pengumuman CAT dan Psikologi.
Padahal proses ujian dilaksanakan oleh pihak yang profesional dari Polda Aceh, namun permasalahannya adalah hasil seleksi tidak dilaksanakan pengumuman secara langsung karena pihak Polda Aceh hanya menyediakan fasilitas ujian, seharusnya pihak Panitia mampu menjelaskan apakah proses ujian CAT dan Psikologi di wilayah Zona IV berbeda pelaksanaanya dengan wilayah lainnya sehingga harus tertunda.

Menyikapi hal itu, Ketua PeTA Aceh, Teuku Sukandi menilai adanya indikasi kecurangan, hal tersebut dapat dilihat dari penundaan pengumuman yang disebut-sebut karena alasan teknis, padahal sistem seleksi CAT menggunakan sistem yang langsung hasilnya dapat seketika diketahui pasca ujian, Selain itu tidak adanya list nilai para peserta semakin menguatkan dugaan bahwa sistem penilaian seleksi Calon Komisioner di Bumi Pala ini sarat kecurangan.

“Sangat disayangkan jika Panitia Seleksi berani melakukan upaya-upaya yang mengarah pada pola-pola jahiliyah dengan menutupi informasi dari peserta sendiri apalagi dari publik dengan alasan nilai tidak diekspos karena alasan privasi, sungguh sangat menggelikan,” ucapnya kepada wartawan, di Tapaktuan Sabtu (15/7/2013).

Tokoh masyarakat Aceh Selatan ini melanjutkan, jika menilik pada peran dan fungsi komisioner Panwaslih adalah badan yang melakukan pengawasan terhadap jalannya Pemilu yang Luber (Langsung, Umum Bebas dan Rahasia) tetapi tetap mengutamakan prinsip jujur adil dan bermartabat.

“Nah menjadi pertanyaan jika proses perekrutan pengawasannya saja sudah sarat dengan bau yang tidak enak alias busuknya aroma kecurangan, maka bagaimana nantinya pada saat Pemilu dilaksanakan,” Ujar T.Sukandi..
Iya mengatakan agar tidak menodai kepercayaan masyarakat maka sebaiknya panitia seleksi dapat menjelaskan dan menunjukkan sikap gentel dengan membuka hasil nilai ujian sebelum membawa dampak negatif pada pelaksanaan Pemilu nantinya karena kepercayaan masyarakat sudah menipis pada penyelenggara atau pengawasnya.

“Yang jelas kecurigaan para peserta saat ini sangat tinggi bahkan ada yang berasumsi jika saja ada pihak yang bisa membuka tirai kegelapan dibalik penundaan pengumuman proses perekrutan, jika memang masalah teknis silahkan dibuktikan dan dijelaskan oleh Panitia melalui media,” Ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat di Aceh Selatan bertanya bagaimana proses perekrutan para Komisioner Pengawas Pemilu yang akan menjaga dan mengawal Pemilu di Aceh Selatan ke depan, jangan salahkan masyarakat jika nantinya masyarakat kurang percaya dengan para pengawal Pemilu karena pada saat proses perekrutan saja sudah tidak terbuka.

“Alasan menjaga privasi namun dalam hal kontestasi atau seleksi yang fair sebaiknya para peserta atau kontestan diberikan kesempatan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan, sehingga tidak ada rasa saling curiga dan prasangka,” Ucapnya.

Sementara itu, Sukandi juga mempertanyakan kesungguhan panitia dalam hal melakukan seleksi terhadap para Calon Komisioner Panwaslih di Bumi Pala Aceh Selatan.
“Mungkin perlu adanya inspeksi dari pihak eksternal seperti Polda Aceh dan Kejaksaan Tinggi Aceh melalui Polres Aceh Selatan atau Kejari Tapaktuan untuk memeriksa hasil kerja para Pansel di Wilayah IV agar tidak menimbulkan fitnah karena beberapa peserta yang enggan disebutkan namanya merasakan banyak kejanggalan dan ketidaknormalan dalam proses pengumuman hasil Ujian CAT dan Psikologi perekrutan calon Komisioner Panwaslih di Wilayah IV, kabarnya juga ada indikasi permainan dimana nilai yang diduga rendah bisa lulus namun nilai yang lebih tinggi bisa tidak lulus, Wallahu ‘alam,” Jelasnya.

Selanjutnya, Sukandi juga menyoroti keterlambatan pengumuman hasil tes tertulis dan test psikologi bakal calon komisioner Panwaslih Aceh Selatan, dimana pada zona lainnya pengumuman dilaksanakan pada Jumat dinihari, sementara zona IV khususnya Aceh Selatan molor hingga Jumat siang.

“Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi publik di Aceh Selatan, selain tidak adanya transparansi nilai hal tersebut juga dapat diindikasikan adanya dugaan proses utak-atik nilai peserta sehingga terjadi keterlambatan, sekali lagi publik punya hak untuk mendapatkan penjelasannya,” ungkap Sukandi.

Koordinator forum peduli Aceh Selatan (For-PAS) ini juga menjelaskan, dari ke 12 bakal calon komisioner Panwaslih Aceh Selatan yang sudah lulus test tertulis dan psikologi itu, nantinya berdasarkan informasi yang ia terima, akan dilaksanakan wawancara kembali di Aceh Selatan yang akan dimulai pada Senin (17/7/2023), dari hasil wawancara 12 orang akan terseleksi jadi 6 peserta, 6 peserta akan di tes kepatutan dan kelayakannya kembali di Banda Aceh setelahnya di kirim ke pusat dan pusat yang akan menetapkan dan mengumumkan 3 komisioner defenitif dan 3 orang lagi sebagai lulus cadangan.

“Kita berharap proses selanjutnya dapat berjalan dengan mekanisme dan prosedur yang ada, kita juga meminta Polda dan Kejati untuk melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan kecurangan tersebut, sehingga publik mendapatkan informasi dan rasa keadilan dalam proses rekrutmen bakal calon komisioner Panwaslih Aceh Selatan,” Pungkasnya.(*)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!