Didesak PBB untuk Banned Israel, FIFA dan UEFA Bodo Amat!

Didesak PBB untuk Banned Israel, FIFA dan UEFA Bodo Amat!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump tertawa sambil memegang kartu merah saat ditemui Presiden FIFA Gianni Infantino beberapa waktu lalu di Gedung Putih untuk membahas Piala Dunia 2026.   Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Jakarta – Sekelompok pakar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak FIFA dan UEFA untuk menangguhkan Israel tapi tak digubris.

Desakan itu telah disuarakan oleh delapan pakar independen PBB lewat pernyataan resmi yang dirilis.

Pakar PBB meminta FIFA dan UEFA menskorsing Israel dengan tuduhan telah melakukan genosida di Gaza.

Menurut mereka, olahraga tidak boleh menerima persepsi bahwa saat ini semuanya berjalan seperti biasa.

Tim nasional sepak bola yang mewakili negara dan sedang melakukan pelanggaran hak asasi manusia secara besar-besaran harus diskorsing.

Hal yang sama sudah terjadi dengan Rusia yang menginvasi wilayah Ukraina dalam beberapa tahun terakhir.

Tindakan yang sama bahkan sudah jauh dilakukan Israel terhadap Palestina, namun FIFA dan UEFA bersikap berbeda.

“Olahraga harus menolak persepsi bahwa semuanya berjalan seperti biasa,” bunyi pernyataan resmi delapan pakar PBB.

“Tim nasional yang mewakili negara yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran dapat dan harus ditangguhkan.”

Meski begitu, respons yang diberikan FIFA dan UEFA terkesan seperti masa bodo dengan apa yang sedang terjadi.

UEFA menolak berkomentar saat dihubungi AFP, sementara FIFA tidak segera menanggapi desakan yang ada.

Sementara itu, para pakar yang mendesak ini mendapat mandat dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB tapi tidak berbicara atas nama organisasi.

Meski begitu, para pakar ini meinta FIFA dan UEFA segera memberi tanggapan guna mengatasi genosida di Gaza.

Israel patut disalahkan sesuai hasil penyelidikan Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB (COI).

Pakar dari PBB ini juga meminta tuan rumah organisasi internasional dan kompetisi tidak bisa tetap netral melihat Israel.

“Tidak boeh ada diskriminasi atau sanksi terhadap pelaku individu karena asal atau kewarganegaraan mereka,” pernyataan para pakar.

Desakan untuk menskorsing Israel semakin menggema dan disuarakan banyak tokoh olahraga, Eric Cantona salah satunya.

Pekan lalu, dalam sebuah acara Amnesty International di London, Eric Cantona menyebut FIFA dan UEFA berstandar ganda.

Mereka menghukum Rusia atas invasinya ke Ukraina, membiarkan Israel yang setiap harinya menyerang Palestina.

“Empat hari setelah Rusia memulai perang di Ukraina, FIFA dan UEFA menangguhkan Rusia,” kata Eric Cantona.

“Kita sudah menjalani 716 hari dengan apa yang disebut Amnesty International sebagai genosida. Namun Israel masih diizinkan berpartisipasi.”

“FIFA dan UEFA harus menangguhkan Israel, kub-klub di mana pun harus menolak bermain melawan tim Israel.”

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!