Akurat Mengabarkan -

LSM LIBAS Menilai Plt. Kepala Dinkes Aceh Selatan Tidak Mampu Memahami Kondisi Bahaya Covid-19

LSM LIBAS Menilai Plt. Kepala Dinkes Aceh Selatan Tidak Mampu Memahami Kondisi Bahaya Covid-19
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Koordinator LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS) Mayfendri SE menilai Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Selatan tidak mampu memahami kondisi bahaya Virus Corona atau Covid-19.

Karena menurutnya, disaat jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh Selatan semakin meningkat, Plt. Kepala Dinkes Aceh Selatan malah membuat suasana semakin bahaya.

Dimana isolasi mandiri bersekukuh dipertahankan dengan hanya berbicara di media namun tidak menilai syarat isolasi mandiri yang diagung – agungkan itu.

“Atas hal tersebut, kami menilai sikap Plt. Kepala Dinkes adalah tindakan berbahaya bagi masyarakat dimana fakta terjadi isolasi mandiri yang dianjurkan itu banyak yang melanggar, malah kebanyakan adalah jajaran kesehatan,” ungkap Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (2/8/2020).

Seperti, lanjutnya, OTG yang positif Covid-19 di Gampong Arafah, Kecamatan Samadua masih berkeliaran diluar yang dikhawatirkan dapat menularkan kepada orang banyak.

Begitu juga di Gampong Kuta Buloh, Kec. Meukek, OTG leluasa beraktivitas luas dilingkungan masyarakat. Hal serupa juga terjadi di Kec. Sawang, petugas kesehatan di Puskesmas Sawang tidak mempedulikan isolasi mandiri.

“Pelanggaran tersebut berpotensi besar mendorong penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Selatan,” ujarnya.

Ia menyatakan, semestinya disaat ini langkah yang diambil adalah segera melakukan pencegahan penularan dari pasien terkonfirmasi Covid-19, tracking terhadap daerah yang kemungkinan terjadi penularan dan melakukan testing (Swab-PCR).

“Hal ini untuk mengetahui segera masyarakat yang sehat dan terpapar, bagi yang terpapar agar difasilitasi isolasi oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Disisi lain, Mayfendri mengaku heran atas
pemikiran Plt. Kepala Dinkes bersitegang untuk isolasi mandiri ada apa?. Sehingga memunculkan kesimpulan oleh masyarakat bahwa dia takut.

“Dan tidak mau sibuk, tidak mampu membaca kondisi bahaya, dengan isolasi mandiri di level gampong menjadi alasan melepas tanggung jawab,” bebernya.

Atas kondisi tersebut, ia meminta kepada Bupati Aceh Selatan agar segera mencopot jabatan Plt. Kepala Dinkes Aceh Selatan yang telah membawa situasi parah di Aceh Selatan.

“Apalagi sekarang masyarakat semakin gencar berbicara bahwa akibat kebijakan Plt. Kepala Dinkes tersebut, pemerintah daerah dianggap tidak becus dalam menangani pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

error: Jangan Suka Copy Punya Orang, Jadilah Manusia Yang Kreatif!!