KBBAceh.News | Tapaktuan – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Tapaktuan membutuhkan sinkronisasi ulang antara sekolah, pemerintah, dan mitra pelaksana untuk memastikan layanan makanan bergizi kepada peserta didik tetap berjalan optimal.
Permintaan penyesuaian tersebut muncul setelah pihak sekolah mengajukan pemutusan kerja sama dengan salah satu mitra pelaksana karena adanya persoalan terkait kenyamanan dalam pelayanan kepada siswa.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh Selatan, Yona Violiska, menegaskan bahwa perubahan mitra pelaksana memang dapat dilakukan. Namun, proses tersebut harus melalui kesiapan dapur penyedia makanan agar pendistribusian kepada siswa tidak terganggu.
“Pemenuhan hak anak tidak boleh terhenti. Kami sudah turun langsung ke sekolah dan memastikan proses perpindahan mitra harus dibarengi dengan kesiapan operasional,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Ia menyebut, dapur alternatif yang akan digunakan sebagai mitra pengganti masih dalam tahap persiapan dan perlu waktu agar bisa beroperasi sepenuhnya.
“Dapur baru sudah tersedia, namun masih perlu penyesuaian sebelum dapat menyalurkan makan bergizi secara merata. Jangan sampai proses transisi menyebabkan siswa tidak menerima haknya,” tegas Yona.
SMPN 1 Tapaktuan tercatat memiliki 463 siswa penerima manfaat Program MBG, sehingga dibutuhkan manajemen penyaluran yang tertata dan terkoordinasi dengan baik.
Yona berharap koordinasi antara sekolah dan mitra pelaksana dapat diperkuat agar pelayanan MBG di Aceh Selatan tetap berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Kami inginkan komunikasi terbuka agar tidak ada pihak yang dirugikan, khususnya siswa,” pungkasnya. (Red)