Siapa Pemilik Segalanya ?

Siapa Pemilik Segalanya ?
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By. Dr. Khairuddin MA

Tapaktuan, KBBAceh.news – Hari itu seorang bayi lahir ke dunia. Ia belum tahu apa-apa, belum mampu bicara, belum bisa berjalan, bahkan membuka mata pun masih samar-samar. Tapi lihatlah, ia tidak dibiarkan begitu saja. Ada udara yang langsung mengisi paru-parunya. Ada tangisan yang menandakan hidup. Ada tangan lembut yang menyambut, membedong, dan menimangnya penuh kasih.

Tanpa pernah meminta, susu sudah tersedia dalam dada ibunya. Tanpa mengerti arah, tubuhnya tahu bagaimana menghisap untuk bertahan hidup. Di luar sana, matahari bersinar hangat, bumi menyediakan air dan makanan, dan alam menyesuaikan segala ritme kehidupan.

Bukankah ini aneh? Aneh tapi indah.

Kita lahir ke dunia dengan fasilitas yang sudah lengkap. Tak perlu memesan udara, tak perlu mencicil sinar matahari, bahkan detak jantung pun bekerja otomatis tanpa kita sadari. Seakan-akan dunia ini adalah tempat yang benar-benar dipersiapkan sebelum kita datang.

Jika kita diundang ke sebuah rumah dan mendapati hidangan sudah tertata rapi, tempat duduk nyaman, dan tuan rumah menyambut dengan ramah, mungkinkah kita berpikir bahwa semua itu muncul sendiri tanpa ada yang menyiapkan?

Begitulah dunia ini. Terlalu sempurna untuk dikatakan kebetulan. Terlalu rapi untuk dibilang tanpa rancangan.

Maka mestinya, pertanyaan pertama yang terbit dari hati yang bersih adalah:

“Siapa yang memiliki semua ini?”

Pertanyaan sederhana tapi bermakna dalam. Dan dari sinilah makrifatullah bermula — mengenal Tuhan bukan hanya sebagai nama, tapi sebagai Zat yang Maha Mengatur segalanya. Dialah yang menyiapkan segalanya sebelum kita butuh. Dialah yang memberi tanpa kita pinta. Dialah yang mencintai sebelum kita mengenal arti cinta.

Saat hati mulai sadar, dunia tak lagi terasa hampa. Nikmat kecil menjadi bermakna, dan hidup pun menjadi perjalanan mengenal dan mendekat kepada Pemilik Segalanya.

Dan kita pun tahu: kita tidak pernah sendiri. Sejak awal, kita telah dalam genggaman kasih sayang-Nya.

Maka benar apa kata bijak ulama: “Jika engkau ingin mengenal Tuhanmu, lihatlah pada nikmat yang tidak pernah putus engkau terima setiap hari.” (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar