By : T. Sukandi
Tapaktuan, KBBAceh.news – Aceh Selatan telah jatuh tersandung Devisit Anggaran Daerah dan tertimpa tangga karena Intruksi Presiden No 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Belanja Negara APBN dan APBD yang berimbas pada terpuruknya tata kelola pemerintahan rendahnya pelayanan birokrasi berdampak akan menurunnya etos kerja para ASN dan tenaga kontrak para honorer di pemerintahan Aceh Selatan
Tentu keadaan ini adalah sebuah tantangan yang akan kita jadikan peluang untuk mencarikan solusinya supaya kita dapat berdiri dan berlari mengejar harapan kita yang sudah jauh tertinggal tidak sesuai dengan ekspektasi
Aceh Selatan adalah wilayah yang berkatagori mampu untuk menjadi maju dan produktif hanya saja dibutuhkan management yang baik dalam pengelolaan SDA dengan menyerahkan pada SDM yang tepat dan profesional
Aceh Selatan sangat luar biasa kaya sumber daya alamnya, Aceh Selatan punya mineral biji besi, punya mineral tembaga, dan malahan Aceh Selatan punya mineral emas yang lahannya membentang luas di hampir setiap kecamatanya
Aceh Selatan punya deposit jutaan kubik batu marmer dan Aceh Selatan juga punya lahan sawet membentang luas hampir di 18 kecamatan yang ada
Akan tetapi Aceh Selatan tidak punya industri untuk memproduksi semua kekayaan sumber daya alam tersebut
Untuk semua kekayaan alam Aceh Selatan tersebut maka berdayakan BUMD untuk dapat mendirikan perusahaan Manufaktur dengan bekerja sama dengan para investor, Aceh Selatan via BUMD punya Matrial dan Investor punya Finansial maka dengan kerja sama ini dibuat MoU saling menguntungkan dengan skema bisnis to bisnis Aceh Selatan punya bahan baku investor punya modal maka deviden akan dapat kita bagi secara proporsional
Bila Aceh Selatan menjadi zona industri yang memproduksi bahan jadi atau setengah jadi maka industri perusahaan manufaktur tersebut akan menyerap tenaga kerja mengurangi pengangguran, menikatkan PAD serta akan dapat memenuhi segala biaya rumah tangganya sendiri yang tentu akan meningkatkan ekonomi masyarakat kecil secara umum di kabupaten penghasil pala terbesar di provinsi Aceh dan Sumatra ini
Tentu keadaan ini akan dapat menjadikan Aceh Selatan dapat bangkit kembali untuk mengujudkan harapan “Aceh Selatan Maju dan Produktif” (Red)