Niat: Benih yang Menentukan Buah

Niat: Benih yang Menentukan Buah
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By. Dr. Khairuddin MA

Tapaktuan, KBBAceh.news – Ada satu karunia besar yang sering kita lupakan: kemampuan untuk berniat. Allah Yang Maha Pemurah tidak menilai kita semata-mata dari apa yang terlihat, tapi dari apa yang tersembunyi dalam hati kita. Bahkan sebelum tangan bergerak dan kaki melangkah, niat kita sudah tercatat di langit.

Bayangkan, betapa sayangnya Allah kepada hamba-Nya, hingga niat yang baik—meskipun belum sempat dilakukan—sudah dihitung sebagai pahala. Saat hati kita berkata, “Aku ingin bersedekah jika mampu,” atau “Aku ingin bangun malam dan menangis dalam doa,” maka Allah yang Maha Tahu sudah mencatat itu sebagai amal kebaikan.

Bukankah ini luar biasa?

Niat baik adalah seperti menanam benih emas di kebun rahmat Allah. Sekalipun belum tumbuh, nilainya sudah ada. Sementara niat buruk adalah seperti menanam duri. Jika niat itu muncul karena dorongan hawa nafsu dan tak jadi dilaksanakan hanya karena takut celaan manusia—bukan karena takut kepada Allah—maka duri itu tetap bisa menyakiti hati dan membekas sebagai dosa.

Pernahkah kita merasa tidak mampu melakukan banyak hal baik? Merasa tak cukup kuat, tak cukup kaya, atau tak cukup cerdas?

Ketahuilah, hatimu tetap bisa menabung pahala, bahkan ketika tanganmu tak mampu memberi. Hatimu tetap bisa berjuang, bahkan ketika tubuhmu lelah dan tak sanggup bergerak. Karena sebagaimana dikatakan oleh seorang ulama salaf “Hati tidak akan pernah terlalu lemah untuk berniat.”

Begitu juga Imam Ahmad, seorang imam besar dalam Islam, pernah menasihati anaknya dengan kata-kata yang sederhana namun dalam maknanya “Berniat baiklah, karena engkau akan selalu dalam kebaikan selama niatmu baik.”

Maka, hari ini mulai tanamlah sebanyak mungkin niat-niat yang baik yaitu Niat untuk memperbaiki dirimu. Niat untuk menjadi anak yang lebih berbakti. Niat untuk membantu sesama. Niat untuk menambah amal, walau hanya satu ayat atau satu senyuman.

Ingatlah, hidup ini terlalu singkat untuk disibukkan dengan niat yang keliru. Jika kamu ingin berubah, mulailah dari hati. Bisikkan niatmu kepada Allah. Dia mendengar, Dia tahu, dan Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan amal sekecil apa pun.

Sungguh, tidak ada niat yang benar-benar kecil jika diniatkan karena Allah Yang Maha Besar.

(Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar