KBBAceh.News | Tapaktuan – Sebelum negara Indonesia merdeka, Belanda masuk ke Aceh pada tahun 1873 di sambut oleh masyarakat Aceh dengan perlawanan bersenjata dan selama perang itu 4 orang jendral Belanda tewas mati di bunuh oleh pasukan Aceh
Hampir semua wilayah di Nusantara telah ditaklukkan Belanda tapi Aceh tetap dan terus melakukan perlawanan tidak pernah mau menyerah di tangan penjajah
Setelah negara Indonesia merdeka Teuku Nyak Arief Bersumpah atas nama Allah, Aceh akan tetap setia membeda kemerdekaan Indonesia sampai dengan titik darah yang penghabisan
Tidak cukup dengan semua itu, untuk mengisi kemerdekaan Aceh memberikan bantuan pesawat untuk Indonesia dan Aceh juga memberikan bantuan emas untuk membuat lidah api dipuncak Monas dengan tujuan gengsi dan Marwah negara memperlihatkan kepada dunia Internasional bahwa Indonesia adalah negara kaya raya
Dari semua perjalanan sejarah itu terbukti Aceh sudah berkali-kali membantu Indonesia sebaliknya Indonesia sudah berulang kali pula menipu Aceh
Pada saat sekarang ini pemerintah Indonesia melalui mendagri kembali berulah merampok 4 pulau Aceh yang telah di berikannya kepada Sumatra Utara sebagai hadiah yang Gubernurnya menantu Jokowi yang patut di duga perlakuan ini sebagai balas budi Tito Karnavian pada Jokowi
Maka untuk semua itu saran saya kepada pemerintah Aceh jangan pernah mau berunding dengan maling karena air susu pasti akan dibalasnya dengan air kencing demikian juga Aceh tidak perlu membawa urusan ini ke PTUN karena Aceh akan dikalahkan oleh Mafia hukum Indonesia
Solusinya 4 pulau itu mesti kita kuasai secara penuh dengan membuat program transmigrasi lokal (Translok) secepatnya dan Aceh punya semangat Prang sabi Jihad Fisabilillah untuk melawan penjajah maling pulau di republik ini, fakta ini membuktikan bahwa selama ini sebenarnya Aceh itu tidak butuh Indonesia tapi Indonesia lah yang butuh pada kekayaan Aceh
Sebenarnya Aceh itu sangat Cinta pada Indonesia tapi sekarang ini Aceh telah merasa Muak melihat tingkah polah Pemerintahan Indonesia maka biarkanlah Aceh Merdeka saja untuk mengatur dirinya sendiri (Red)