Mencari Ilmu Adalah Jihad

Mencari Ilmu Adalah Jihad
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By, Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA

KBBAceh.News | Tapaktuan – Jihad bukan hanya soal mengangkat senjata di medan perang. Dalam Islam, jihad juga berarti perjuangan yang sungguh-sungguh dalam menempuh kebaikan. Dan salah satu bentuk jihad yang paling mulia adalah thalabul ‘ilmi—mencari ilmu.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”(HR. Muslim)

Lihatlah bagaimana Islam mengangkat proses belajar sebagai jalan menuju surga. Karena sungguh, mencari ilmu bukan perkara ringan. Ia membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, kenyamanan, bahkan kadang harga diri. Tapi justru karena itulah ia bernilai jihad.

Jihad menuntut ilmu adalah jihad yang senyap tidak memanggil sorakan, tidak selalu menuai pujian. Ia bisa jadi berlangsung dalam malam-malam yang sunyi, ketika semua orang tidur, tapi engkau terjaga mempelajari satu baris ilmu. Ia bisa terjadi di balik meja kecil, di sela-sela pekerjaan, atau di antara tanggung jawab rumah tangga.

Tidak semua orang sanggup menempuhnya. Tapi siapa pun yang bersungguh-sungguh, Allah akan bukakan jalannya.

> “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ilmu tidak datang kepada mereka yang malas dan tergesa-gesa. Ia datang kepada mereka yang mencarinya dengan penuh hormat, kesungguhan, dan niat yang lurus.

Mencari ilmu seperti mendaki gunung. Semakin tinggi, udara makin tipis dan napas makin berat. Tapi di atas sana, pemandangan jauh lebih luas dan indah. Begitu juga ilmu—semakin tinggi tingkatannya, semakin berat perjuangannya, namun semakin indah pula hasilnya.

“Jihad yang paling mulia adalah melawan kebodohan diri sendiri. Dan senjatanya adalah ilmu. Maka barang siapa menempuhnya dengan ikhlas, sesungguhnya ia telah berjalan di atas jalan para nabi dan ulama.” (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar