Cinta Ayah yang Tak Terucap

Cinta Ayah yang Tak Terucap
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Oleh: Dr. Khairuddin, S..Ag,. MA

KBBAceh.News | Tapaktuan – Cinta seorang ayah sering kali tersembunyi dalam diam. Ia mungkin tidak seperti ibu yang hangat dengan pelukan dan tutur kata yang lembut. Namun jangan pernah meragukan kasihnya. Ia hadir dalam setiap peluh yang jatuh di kening, dalam langkah yang berat saat mencari nafkah, dan dalam doa panjang yang lirih di setiap penghujung malam.

Tidak jarang, seorang ayah harus menghadapi kenyataan pahit: keinginan anak yang tak mampu ia penuhi. Hatinya tersayat, tapi wajahnya tetap tenang, menahan kesedihan agar anak-anaknya tak ikut merasa pedih.

Ada sebuah kisah yang mengajarkan betapa dalam cinta seorang ayah. Suatu malam, seorang anak lelaki meminta ayahnya membelikan sepatu baru untuk acara sekolah. Dengan wajah penuh harap, anak itu berkata, “Ayah, semua teman sudah punya sepatu baru. Aku nggak mau malu besok.”

Ayahnya terdiam. Di sakunya hanya ada uang untuk makan malam keluarga. Dengan hati yang berat, ia terpaksa berkata, “Nak, sabar ya. Nanti kalau Ayah ada rezeki, kita beli sepatu yang bagus.”

Anak itu menangis, merasa kecewa. Ayahnya menahan tangis yang ingin pecah. Malam itu, ia tidak tidur. Ia keluar rumah, berkeliling mencari pekerjaan tambahan meski tubuhnya sudah lelah. Hingga akhirnya seorang tetangga memintanya memperbaiki pagar dengan bayaran yang cukup untuk membeli sepatu.

Keesokan harinya, ayah itu pulang membawa sepatu baru. Dengan senyum penuh kebahagiaan, ia berkata, “Ini untukmu, Nak.”

Anak itu memeluk ayahnya sambil menangis. “Maaf, Ayah. Aku nggak tahu Ayah harus kerja keras buat ini.”

Cinta seorang ayah mungkin tidak selalu terlihat jelas. Namun di balik setiap keputusan yang sulit, di balik kerja keras yang melelahkan, ada satu tujuan yang tak pernah berubah: kebahagiaan anak-anaknya.

Tulisan ini sengaja saya nukilkan agar kita semua memahami bahwa cinta ayah tidak selalu datang dalam bentuk yang kasat mata. Jika suatu hari permintaanmu tak terpenuhi, jangan pernah merasa bahwa ayah tak peduli. Sesungguhnya, ia tengah memikul beban berat agar kamu tetap bisa tersenyum. Bersyukurlah atas kehadirannya, karena cinta ayah adalah cinta yang diam namun tak pernah padam.

Diakhir tulisan ini saya ingin sampaikan bahwa ajaran Islam, seorang ayah memiliki peran yang sangat mendalam sebagai figur penuh cinta dan tanggung jawab terhadap keluarganya. Ia adalah pejuang tanpa tanda jasa, yang dengan tulus hati berjuang dan berkorban untuk memastikan kebahagiaan dan kesejahteraan seluruh anggota keluarganya. Oleh sebab itu, setiap anak seharusnya merasa bersyukur dan menghargai kehadiran sosok ayah dalam hidup mereka. Rasa syukur tersebut dapat diwujudkan dengan senantiasa mendoakan kebaikan dan kesehatan bagi ayah yang masih hidup, dan selalu mendoakan bagi ayahnya yang sudah tiada serta menunjukkan baktinya kepada beliau melalui tindakan dan sikap yang baik. Sebagaimana dinasihatkan dalam Al-Qur’an, yang mengamanatkan kepada setiap manusia agar senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya.” (QS. Al-Ahqaf: 15). (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar