KBBAceh.News | Jakarta – Informasi Pemerintah Israel yang membayar Google sebesar US$45 juta untuk menjalankan kampanye periklanan dan menepis data laporan PBB tentang kelaparan di Gaza merebak di media Internasional
Laporan pertama dipublikasikan oleh investigasi independen Drop Site News pada 3 September 2025 yang mengemukakan detail kontrak transaksi Israel dan Goggle.
Hingga saat ini, pemberitaan tersebut sampai di media-media lokal masing-masing negara.
Permintaan klarifikasi kepada Google dan pihak berwenang Israel tercatat dalam banyak laporan, beberapa lembaga advokasi juga mengeluarkan pernyataan menuntut pembatalan kampanye berdarah tersebut.
KRONOLOGI INVESTIGASI DAN ISU
Outlet investigatif Drop Site News mempublikasikan dokumen dan kutipan yang menunjukkan adanya kontrak iklan enam bulan senilai 45 juta USD antara biro iklan pemerintah Israel (Lapam) dan platform Google (YouTube + Display & Video 360).
Dengan rentang program yang disebut dimulai pada akhir Juni 2025 dan berjalan hingga akhir tahun 2025. Laporan itu menampilkan potongan kontrak dan contoh iklan yang ‘membantah’ klaim kelaparan.
Termasuk menampilkan potongan dokumen kontrak, kutipan dari sidang Knesset, contoh iklan, dan klaim terkait pengeluaran ke platform lain seperti X sebesar 3 juta USD serta Outbrain/Teads.
Contoh slogan/teks iklan yang dipasang (ditunjukkan dalam screenshot iklan pemerintah yang disebut).
“Ada makanan di Gaza. Klaim lain adalah kebohongan,” kutip DSN
“Kita juga bisa memutuskan untuk meluncurkan kampanye digital dalam konteks ini, untuk menjelaskan bahwa tidak ada kelaparan dan menyajikan datanya,” laporan Drop Site News.
Diantara lain media massa TRT World, Anadolu Agency (AA), The New Arab, Middle East Monitor, dan portal rights/tech watchers.
Membuat isu ini meluas di media sosial kemudian dan menjadi headline regional/internasional di beberapa platform populer.
Lembaga advokasi juga merilis reaksi publik pada hari-hari berikutnya. Salah satunya CAIR (Council on American-Islamic Relations) yang mengeluarkan pernyataan menuntut Google menghentikan kampanye.
Beberapa angka kematian yang terkait kelaparan di Gaza termasuk 367 kematian akibat kelaparan/kelaparan-severe malnutrition, termasuk 131 anak.
Dikutip langsung oleh Drop Site News dari data Kementerian Kesehatan Gaza. Angka-angka tersebut juga tercatat di lapor-lapor berita lain dan ringkasan badan-badan PBB/WHO pada awal September 2025.
Dengan tujuan untuk menepis propaganda yang dilakukan oleh Google, X Threds dan beberapa media sosial lainnya.
Google, Outbrain/Teads, dan X disebut tidak merespons beberapa permintaan komentar yang dicatat dalam artikel-artikel awal diterbitkan media massa internasional.
Beberapa outlet juga mengecek portal transparansi iklan (ad transparency) dan menemukan iklan-iklan pemerintah ini di beberapa pasar.
Lain dengan Lapam (Pemerintah Israel), mereka berdalih disidangnya dan demi membentuk narasi publik yang dapat memperburuk citra Israel di mata Internasional.
Membayar Google menurut mereka adalah sebagai bentuk pertahanan negara, dan menyangkal opini-opini buruk soal Israel.
(Sumber, PRIANGANTIMURNEWS)