KBBAceh.News | Jakarta – Kabar mengenai habisnya kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah daerah ditepis keras oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu memastikan bahwa dana KUR masih tersedia dalam jumlah besar dan meminta masyarakat serta pelaku UMKM tidak khawatir.
Menkeu menjelaskan, dari total alokasi KUR tahun 2025 sebesar Rp284 triliun, masih tersisa sekitar Rp60 triliun yang belum tersalurkan.
Penegasan ini dibarengi dengan kecurigaan serius terhadap bank-bank penyalur KUR. Purbaya menduga ada praktik tidak semestinya yang dilakukan oleh sebagian bank.
Praktik ini disinyalir sengaja mempersulit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengakses pinjaman bersubsidi tersebut.
Salah satu dugaan praktik yang disoroti adalah permintaan agunan (jaminan) untuk pinjaman di bawah Rp100 juta, padahal sesuai ketentuan, pinjaman di bawah nominal tersebut tidak diwajibkan menggunakan agunan.
“Saya curiga ada yang bermain-main dalam penyaluran KUR. Saya bersihin tapi jagain saya,” tegas bendahara keuangan negara itu, sebagaimana dikutip dari akun Instagram voktis.id, Jumat (7/11/2025).
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pihaknya akan segera menginvestigasi dan membenahi seluruh masalah penyaluran ini.
Tujuan utamanya adalah memastikan program KUR benar-benar tepat sasaran dan mudah diakses oleh pelaku usaha kecil yang sangat membutuhkan dukungan permodalan untuk pengembangan usahanya.