Ungkapan Bg Murthalamuddin yang bisa membuka mata pusat!!!

Ungkapan Bg Murthalamuddin yang bisa membuka mata pusat!!!
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:
KBBAceh.News | Nagan Raya – Di tengah hiruk-pikuk pernyataan elit pusat yang menyebut bencana Aceh “terkendali”, hadir
Bg Murtahalimuddin berdiri bukan sebagai penjaga kursi melainkan sebagai penjaga nurani.
Sebagai birokrat, ia tahu betul seni berkata lembut dan menyenangkan atasan. Namun sebagai orang Aceh, ia memilih berkata jujur dan berpihak pada kenyataan.
Ketika staf khusus presiden berbicara di ruang dialog terbuka TV rapat yang dilihat seluruh Indonesia.
Bg Murthala yang barusan berduka dan ia juga beberapa hari berada di lumpur, air bah, dan di tengah tengah jerit warga di lapangan.
Ironisnya Ketika pusat menghitung pesawat dan helikopter, pejabat Aceh justru menghitung hari, tenaga, dan air mata.
Ia tidak menafikan bantuan pusat,namun ia menolak narasi yang dibangun tanpa pijakan realita seperi yang ia lihat di lapangan.
Sebab laporan cepat yang keliru lebih menyakitkan masyarakat Aceh daripada bantuan yang datang terlambat.
Maka pesannya jelas dan keras, jangan sembarangan bicara, jangan asal bacot. Ini adalah ungkapan kecewa yang sudah tidak bisa dibendung lagi.
Karena yang terdampak bukan data, melainkan manusia jadi harga diri jangan di ukur dengan harga nyawa.
Di saat katanya ratusan pesawat hilir mudik,
yang benar-benar beterbangan justru belalang
menjadi saksi betapa jauhnya klaim dari fakta.
Sikap Bg. Murtahalimuddin adalah tamparan sunyi bagi mereka yang gemar membangun citra, tapi lupa membuka mata.
Ia membuktikan bahwa Aceh telah bekerja semaksimal mungkin, namun masih membutuhkan kejujuran, kecepatan, dan empati dari pusat.
Rakyat Aceh akui pusat hadir dan pastinya memikirkan nasib kami, tapi ungkapan yang seolah olah selalu mudah dan ada selalu itu yang menyakiti karena dilapangan bukan begitu.!
Peana terakhir dalam tulisan ini, hari ini, Aceh tidak butuh banyak kata, Aceh butuh tindakan.
Bukan bacot tapi bukti.
Tak masalah status bencana nasional tidak diberikan tapi hadirnya negara harus tetap waktu dan sasaran agar Aceh kembali bisa bangkit.
(FB: Suhaimi Arza)
Bagikan:

Tinggalkan Komentar