Tapaktuan, KBBACEH.news – Kondisi badan jalan produksi tani yang baru dikerjakan di kawasan gunung Mata Air, Gampong Dalam, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, amburadul.
Hal itu diungkapkan Koordinator LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS) Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis, (6/5/2021).
Mayfendri mengatakan, seharusnya rekanan segera memperbaiki kerusakkan badan jalan produksi tani tersebut sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melintas ke kebun masing – masing.
“Untuk anggaran pemeliharaan diduga sudah ditarik oleh rekanan, namun tidak ada perbaikan di lapangan,” ujarnya.
Disebutkan, pembukaan jalan produksi tani sepanjang lebih kurang 1 kilometer di kawasan pegunungan Mata Air, Gampong Dalam itu sumber anggarannya dari DED Covid-19 Provinsi Aceh Rp. 470 Juta.
“Tetapi sejak awal pekerjaan hingga selesai, pihak dinas terkait tidak melibatkan masyarakat setempat. Sehingga menuai keluhan dari perangkat gampong setempat,” sebutnya.
Oleh sebab itu, ia meminta kepada penegak hukum di Aceh Selatan agar mengusut pekerjaan proyek pembukaan jalan produksi tani di kawasan pegunungan Gampong Dalam yang diduga asal jadi dan tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat itu.
“Kita minta kepada penegak hukum agar memproses PPTK dan rekanan, sehinga uang negara tidak sia – sia untuk pekerjaan tersebut,” ucapnya.
Seorang warga Gampong Dalam, Zulhamdi (35) mengatakan, jalan produksi tani ini sangat sulit dilalui karena telah rusak.
“Kami sangat berharap kepada pemerintah agar memperbaiki badan jalan produksi tani ini supaya bisa dilalui dengan sepeda motor ke kebun,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan, Yulizar SP MM ketika dikonfirmasi terpisah menyatakan, pekerjaan pembukaan jalan produksi tani itu sebelumnya sangat bagus.
“Namun akibat banjir, jalan produksi tani itu mengalami kerusakkan. Saya lebih tahu pekerjaannya itu. Bagus pekerjaannya itu, tidak ada masalah,” tangkisnya. (IS/Red).