Halau Harimau Di Bakotim, BKSDA Hadirkan Kakek Syarwani, Sejumlah Camera Trap dan Perangkap Dipasang

Halau Harimau Di Bakotim, BKSDA Hadirkan Kakek Syarwani, Sejumlah Camera Trap dan Perangkap Dipasang
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Kemunculan harimau Sumatera di gampong Simpang kecamatan Bakongan Timur beberapa hari sempat menggegerkan warga setempat,menindaklanjuti hal itu BKSDA Aceh melalui kantor Resort wilayah 15 Tapaktuan beserta Wildlife Conservation Society,forum konservasi Leuser, pihak muspika dan aparatur gampong Simpang melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadi konflik antara warga dan satwa dilindungi tersebut.

Kantor Resort BKSDA wilayah 15 Tapaktuan juga sudah menghadirkan pawang harimau tradisional Syarwani Sabi ke gampong tersebut
sebagai upaya menangkap atau menghalau raja rimba yang sempat menampakkan diri kepada pemilik kebun di gampong Simpang.

Selain itu BKSDA juga memasang beberapa trap camera untuk mendeteksi keberadaan harimau serta perangkap yang diberikan umpan seekor kambing.

Syarwani Sabi (84) atau yang akrab disapa kakek Syarwani mengatakan, kemunculan harimau tersebut hingga terlihat warga disinyalir karena ada hewan buruan atau mangsa yang telah diburu dan masih ditungguinya, sebab harimau tersebut diyakini beberapa waktu lalu sempat memangsa seekor rusa di wilayah tersebut.

“Kalau Allah berkehendak dia masuk maka masuk kalau tidak pindah total, kita lihat saja dalam beberapa hari ini, yang sudah-sudah seperti itu,” ucapnya kepada KBBACEH.news, di gampong Simpang, Ahad (24/10/2021).

Kepala kantor Resort BKSDA wilayah 15 Tapaktuan Wirli mengatakan pihaknya akan memantau kondisi dilokasi hingga tujuh hari ke depan, menurutnya berdasarkan informasi masyarakat ada sekitar 3 ekor harimau yang muncul di kawasan tersebut.

Namun demikian berdasarkan hasil trap camera, jejak tapak dan pantauan kasat mata dilapangan hanya terlihat satu ekor harimau di lokasi tersebut, untuk itu dia menghimbau agar masyarakat untuk sementara waktu waspada dan berhati-hati.

“Jika ke kebun usahakan jangan pergi sendirian lebih baik berkelompok dan jangan pulang kemalaman,” ucapnya.

Sementara itu di lokasi yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pemukiman terlihat jejak tapak Harimau Sumatera dan bekas cakaran harimau di pohon yang sebelumnya sempat dipasang trap camera, tak hanya itu petugas yang terdiri dari petugas kantor Resort wilayah 15 Tapaktuan, Wildlife Conservation Society, forum konservasi Leuser, Keuchik gampong Simpang dan Babinsa koramil 08 Bakongan menemukan tengkorak rusa yang diduga baru beberapa hari dimangsa Harimau.

Sementara itu Keuchik Gampong Simpang menyampaikan ucapan terima kasih atas respon cepat BKSDA dan tim di lapangan, sehingga keresahan masyarakat tersebut sedikit demi sedikit mulai membaik.

“Kita berharap agar upaya ini berhasil dan masyarakat dapat beraktivitas d kebun tanpa ada ketakutan dan kekhawatiran lagi,” ucapnya.

Petugas juga melakukan pengukuran pada jejak tapak Harimau tersebut serta mengamankan barang bukti berupa tengkorak rusa yang ditemukan di semak-semak dimana harimau pertama kali muncul.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar