Tapaktuan,KBBACEH.news – Majelis Mahabbah asulullah (MMR) Aceh Selatan menggelar kajian spesial akhir tahun bertempat di Rumoh Inong, Tapaktuan. Kajian kali ini berbeda dengan kajian rutin biasanya yang digelar setiap hari ahad di Balee Pengajian Raudatul Ilmi, Lhok Keutapang. Sebagaimana diketahui bahwa MMR Aceh Selatan sudah hampir dua tahun menjalankan kajian rutin di Kota Tapaktuan, guna mentransformasikan ilmu agama bagi kaula muda, mahasiswa dan pelajar serta masyarakat umum di jantung ibukota kabupaten Aceh Selatan.
Pada seri spesial kajian hari ini MMR Aceh Selatan menghadirkan munsyid Tgk .Sufrijal lengkap beserta dua orang tim hadrah dan rapai aceh yang dikombinasikan untuk melantun syair sholawat dan qasidah Islamiyah sebagai media seni dakwah. Pemateri kajian spesial hari ini bertemakan “ Adab Ketika Tertimpa Musibah” langsung disampaikan oleh Tgk H. Syifauddin Azka. Lc Alumni Universitas Darul Ulum, Hudaidah Yaman. Beliau juga selaku pembina MMR Aceh Selatan. sementera khadimul majelis Tgk. Muhammad Ridho. S.Pd berhalangan hadir karena mewakili Aceh Selatan mengikuti muktamar di luar daerah.
Kajian ini di hari ini sangat spesial karena dihadiri langsung oleh Ibu Khailida Halim,S.Pd selaku Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Aceh Selatan. Ibu Khailida mengatakan dalam Keynote Speakernya “Bersyukur adanya MMR Aceh Selatan sebagai media belajar agama Islam, dan majelis seperti ini harus kita pertahankan untuk menjaga aqidah dan pemahaman aswaja di Aceh Selatan ”.
Sementara, ketua MMR Aceh Selatan Dika Masdewita. S.Pd, mengatakan dalam sesi bicaranya “MMR mengajak semua lapisan masyarakat agar bisa hadir di majelis guna sama-sama belajar mendalami ilmu agama dan menambahkan rasa cinta pada Rasulullah SAW”’.
Acara seri kajian spesial hari ini berjalan lancar dan sukses semua jamaah hadir merasakan senang dan terharu karena ditutup dengan doa bersama memperingati hikmah 17 tahun dari pasca bencana Tsunami Aceh 2004.