Aceh Jaya, KBBACEH.news – Mahasiswa UKM Stingrays Diving Club (SDC) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, menggelar pelatihan survey ekologi terumbu karang di pulau reklamasi reusam Kabupaten Aceh Jaya, baru-barucl ini.
Ketua Umum UKM SDC UTU Meulaboh, Aris Yusdi mengatakan, kegiatan pelatihan tersebut sangat penting mengingat UKM SDC merupakan UKM selam dilingkup Universitas Teuku Umar.
“SDC ikut berperan dalam menjaga kelestarian terumbu karang, sehingga seluruh anggota harus mampu mengetahui kondisi kesehatan terumbu karang dan menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai tempat hidup, mencari makanan dan tempat berlindung bagi organisme terumbu seperti ikan dan biota asosiasi lainnya,” katanya.
Ia juga menyebutkan, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak dilingkup UTU, mulai dari pembina UKM SDC yaitu Dr. M. Rizal S.Pi., M.Si dan Wakil Rektor 3 bagian kemahasiswaan yaitu Bapak Mursidin. M.A dan Rektor Universitas Teuku Umar Dr. Ishak Hasan M.Si. kegiatan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat Desa Pulau Raya, Aceh Jaya.
“Hasil survei terumbu karang menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Pulau Raya tergolong masih baik dengan berbagai macam jenis pertumbuhan karang. Keindahan bawah laut Pulau Raya masih sangat mempesona meskipun terdapat beberapa lokasi dengan tingkat kecerahan yang kurang baik,” ujarnya.
Hal ini, lanjutnya, diakibatkan kondisi lingkungan saat kegiatan survey bertepatan dengan musim penghujan sehingga kecerahan perairan sedikit terganggu. Kondisi pulau ini sangat mendukung jika dijadikan sebagai kawasan wisata karena memiliki pulau yang sangat indah, keindahan bawah laut yang mempesona dan di dukung oleh sarana dan transportasi yang sangat mudah untuk di akses oleh semua kalangan masyarakat untuk melakukan ekowisata.
“Pulau Raya yang terletak di Kabupaten Aceh Jaya memiliki keindahan bawah laut yang sangat exsotik sehingga pulau ini dapat dijadikan sebagai salah satu kawasan wisata snorkeling, diving, wisata memancig dan juga wisata pantai,” ucap Aris yusdi.
Salah satu dosen UTU Meulaboh, Nurul Najmi S.kel M.Si yang ditugaskan menjadi pelatih kegiatan ini mengatakan, kondisi terumbu karang di Pulau Raya sangat menarik, terdapat berbagai jenis life form karang hidup dengan berbagai macam warna yang sungguh memanjakan mata bagi para penikmat bawah laut.
Pada salah satu bagian dasar laut memiliki kontur slope (lereng) yang sangat unik dinikmati oleh para peselam, perpaduan antara hamparan terumbu dan lereng tebing bawah laut dengan perbedaan substrat dasar yang sangat kontras menjadikan kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai tempat penelitian bagi para akademisi.
Keindahan bawah laut Pulau Raya perlu dikelola dengan baik sejak dini jika tidak ingin keindahan tersebut menghilang dari pandangan mata. Pengelolaan terumbu karang tidaklah mudah, perlu kerjasama semua stokeholder mulai dari masyarakat local, nelayan, LSM dan juga pemerintah.
Pengelolaan terumbu karang ini bertujuan tidak lain dan tidak bukan untuk menjaga sumberdaya alam khususnya ikan karang secara berkelanjutan, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Selai itu kondisi kesehatan terumbu karang mampu meningkatkan pendapatan bagi masyarakat disekitar Pulau Raya oleh wisatawan yang berkunjung dan menikmati pemandangan bawah laut.
“Jika salah satu bagian kecil dari Pulau Raya dijadikan sebagai kawasan konservasi terumbu karang maka pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Aceh Jaya semakin lengkap, karena di kabupaten tersebut telah memiliki beberapa pengelolaan seperti kawasan konservasi Penyu, pengelolaan manggrove, konsevasi Gajah dan ditambah dengan kawasan konservasi terumbu karang, lengkap sudah pengelolaan flora dan fauna di kabupaten Aceh Jaya,” papar Nurul Najmi.
Sementara itu, Faisal salah satu masyarakat di Pulau Raya yang berprofesi sebagai salah satu nelayan di kawasan sangat berharap dengan adanya pengambilan data dan berbagai kegiatan penelitian yang dilakukan baik mahasiswa dari kampus maupun dari berbagai instansi lainnya menjadikan Pulau Raya segera diperhatikan oleh pemerintah ataupun lembaga lain dan dikelola dengan baik sebagai kawasan konservasi untuk keberlanjutan hasil laut maupun sebagai kawasan wisata agar perekonomian masyarakat disekitar meningkat.
“Kami berharap agar masyarakat disekitar sadar akan potensi alam dan laut yang dimiliki Pulau Raya. Potensi tersebut tentunya perlu dibentuk dan dikelola dengan baik agak dapat di manfaatkan secara berkelanjutan dan mendukung dalam peningkatan perekonomian mereka dengan dijadikannya Pulau Raya sebagai kawasan konservasi untuk menjaga ekosistem laut dan dikelola pantainya dengan fasilitas pendukung bagi wisata sehingga wisatawan yang berkunjung ke Pulau Raya semakin ramai,” tuturnya. (My/Red).