KBBAceh.News | Banda Aceh – Asrama mahasiswi Pidie Jaya di Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, kini dalam kondisi memprihatinkan. Bangunan tiga lantai yang dibangun dengan anggaran 4,7 Miliar pada masa pemerintahan almarhum Bupati Gade Salam itu merupakan aset Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang diperuntukkan bagi mahasiswi asal Pidie Jaya yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh.
Sayangnya, asrama yang seharusnya menjadi tempat tinggal nyaman bagi mahasiswi dari keluarga kurang mampu kini tidak lagi terkelola dengan baik. Salah satu penghuni mengungkapkan, pengelolaan asrama saat ini sudah tidak tertib, komunikasi antar penghuni terputus, dan pengelolaan lebih menyerupai kos-kosan.
Mirisnya lagi, ketua asrama mahasiswi tersebut belum pernah diganti sejak tahun 2016 hingga sekarang. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama ketidakrapian pengelolaan dan lemahnya koordinasi antar penghuni asrama.
Menanggapi kondisi tersebut, Muhammad Afdy, mahasiswa asal Pidie Jaya, meminta Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya untuk segera turun tangan dalam penataan dan pengelolaan asrama tersebut demi keamanan dan kenyamanan para penghuni.
“Ini menyangkut keamanan dan kenyamanan banyak orang, apalagi mayoritas penghuni adalah mahasiswi dari keluarga kurang mampu yang sedang menempuh pendidikan. Saya meminta Bapak Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya untuk turun tangan langsung,” ujar Afdy, Selasa (08/07/2025).
Afdy menambahkan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh memiliki asrama mahasiswa dengan pengelolaan yang baik dan memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Pidie Jaya sendiri memiliki delapan asrama putra kecamatan dan satu asrama putri.
“Saya berharap asrama putri Pidie Jaya jangan sampai dijadikan lapak bisnis oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini menyangkut masa depan generasi muda Pidie Jaya yang sedang menempuh pendidikan, dan saya siap mengawal persoalan ini hingga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya,” tutupnya.