Budaya Brainstorming (Berpikir Tanpa Bertindak) Adalah Fenomena Kegagalan Kita Membangun Negara

Budaya Brainstorming (Berpikir Tanpa Bertindak) Adalah Fenomena Kegagalan Kita Membangun Negara
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Tapaktuan – Dalam banyak ruang diskusi di Indonesia dari mulai rapat di kementerian, hingga forum akademik, dari ruang kampus hingga percakapan di WhatsApp grup kita menemukan semangat berpikir yang luar biasa hidup, ide-ide besar dilontarkan dengan fasih dan inovatif mudah diucapkan, dan setiap masalah bangsa tampak seolah memiliki solusi yang tinggal dijalankan saja, namun energi intelektual itu sering berhenti di meja diskusi, maka di titik itulah, problem-solving (pemecahan masalah) di Indonesia kerap berakhir: pada tahap brainstorming

Kita hidup dalam budaya yang gemar berwacana, setiap kebijakan baru disambut dengan gegap gempita, namun hanya sedikit gagasan yang benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan nyata, dalam banyak lembaga publik, brainstorming dianggap sebagai bukti partisipasi, bukan sebagai tanggung jawab moral, seseorang merasa telah berkontribusi cukup hanya dengan menyumbang ide, padahal ide yang tidak diwujudkan adalah retorika tanpa daya hidup yang nyata

Budaya seperti ini tidak muncul tiba-tiba, Ia berakar dalam sejarah politik dan cara kita memandang negara, sejak awal berdirinya Republik ini, kompromi sering dijadikan jalan tengah yang dianggap paling aman, tetapi kompromi tanpa arah sering kali melahirkan stagnasi tiada guna

Indonesia itu masih sibuk memperdebatkan bentuk tanpa menegaskan isi, sibuk menyusun sistem, tetapi belum membangun budaya yang menopang sistem, fenomena ini mengingatkan kita bahwa keberhasilan kompromi tidak selalu berarti keberhasilan membangun negara

Brainstorming geopolitik, indah di atas kertas, namun rapuh dalam realitas

Bahwa keberhasilan politik tidak selalu berawal dari perdebatan yang sempurna, melainkan dari tindakan yang berani, realistis, dan konsisten

Gagasan yang besar tidak menjamin adanya perubahan yang besar, karena kita masih memuja proses berpikir, namun sering lupa bahwa berpikir adalah awal, bukanlah akhir

Pelajaran ini penting bagi masa kini dan masa depan kita, sebab bangsa tidak diingat dari banyaknya wacana yang pernah di hasilkan, melainkan dari keputusan yang di jalankan dan tanggung jawab yang mesti kita pikul bersama, Brainstorming adalah awal dari berpikir, tetapi tanpa keberanian bertindak, ia hanya gema tampa siponggang di ruang kompromi rapat, indah didengar, namun lenyap begitu pintu ruang rapat sudah ditutup. (By T. Sukandi)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar