By Dr. Khairuddin MA
KBBAceh.News | Tapaktuan – Kita semua punya harapan.
Ingin hidup tenang.
Ingin keluarga bahagia.
Ingin doa-doa terwujud seperti yang kita rencanakan.
Namun tak jarang kenyataan berkata lain. Yang datang justru luka, kegagalan, kehilangan, atau kekecewaan. Dunia seolah tidak mengerti keinginan kita.
Lalu hati bertanya,
“Kenapa semua terasa tidak adil?”
“Kenapa hidupku tidak seindah orang lain?”
Tapi mari kita duduk sebentar, dan mendengar bisikan iman:
Dunia memang bukan tempat untuk sempurna.
Ia bukan surga — karena surga bukan di sini.
Allah berfirman “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah (kesulitan demi kesulitan).” (QS. Al-Balad: 4)
Ayat ini tidak untuk melemahkan, tapi untuk mengingatkan: bahwa dunia memang tempat ujian. Tempat untuk belajar bersabar, untuk menemukan makna di balik rasa sakit.
Ketika dunia tak seindah harapanmu, itu bukan karena Allah tak sayang. Tapi karena Allah ingin kau naik kelas dalam iman. Karena lewat luka dan kecewa, kita mengenal bahwa hanya Allah-lah tempat bergantung yang sesungguhnya.
Rasulullah SAW pernah bersabda “Dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)
Penjara bukan berarti azab, tapi tempat menahan diri. Tempat ujian. Tempat menempa jiwa. Dan kelak, saat kita lulus, Allah siapkan tempat yang jauh lebih indah dari dunia yang fana ini.
Kadang Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan…
Karena Dia sedang memberikan apa yang kita butuhkan.
Kadang yang kita anggap kegagalan, justru adalah jalan terbaik menuju kedewasaan jiwa dan kematangan iman.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu…” (QS. Al-Baqarah: 216)
Saudaraku…dunia bukan tempat menuntut segalanya berjalan sesuai mau kita. Dunia adalah tempat belajar menerima, memperbaiki, dan percaya bahwa Allah tidak pernah keliru menulis takdir. (Red)