Ketika Mata Bertemu di Antara Bunga

Ketika Mata Bertemu di Antara Bunga
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:
KBBAceh.News | Banda Aceh – Mereka berdiri berhadapan di taman bunga yang bermandikan cahaya sore. Angin lembut menggoyang kelopak mawar, sementara cahaya matahari menetes di antara dedaunan seperti serpihan emas. Suami itu menatap istrinya, bukan sekadar dengan mata, tapi dengan seluruh jiwa yang telah lama berlayar bersama di samudra kehidupan.
“Cantik sekali hari ini,” ucap sang suami pelan, seolah takut suaranya mengusik keindahan yang sedang tumbuh di depan matanya.
Istrinya tersenyum, lembut seperti aroma melati yang baru mekar. “Hari ini cantik karena engkau mau melihatnya begitu,” jawabnya, matanya tak lepas dari wajah suami yang mulai dihiasi garis waktu.
Mereka tidak lagi muda, namun di antara keduanya ada sesuatu yang jauh lebih segar dari usia—rasa syukur yang terus tumbuh.
Istri itu menunduk sejenak, jemarinya membelai ujung bunga lavender di sisi mereka. “Kau tahu,” katanya, “dulu aku pikir bahagia itu datang dari hal-hal besar. Tapi ternyata cukup begini—kau berdiri di depanku, memandang dengan cara yang membuat dunia terasa tenang.”
Sang suami mendekat setapak, menatap lebih dalam. “Dan aku baru tahu, membuatmu tersenyum lebih menenangkan daripada seribu doa yang kuucap sendirian.”
Di taman itu, bunga-bunga menjadi saksi bagaimana cinta bisa tumbuh tanpa gemuruh. Tak ada pelukan yang berlebihan, tak ada janji yang mengada-ada. Hanya dua insan yang saling memandang, saling menenangkan, dan menyadari bahwa kebahagiaan sejati bukan tentang memiliki lebih, tetapi tentang merasa cukup satu sama lain.
Angin berembus lagi, membawa harum mawar putih yang menenangkan.
Di bawah langit yang mulai memerah, mereka masih berdiri—sepasang hati yang telah lama berjalan, kini saling menatap tanpa kata, namun penuh makna.
Karena di taman itu, cinta tak lagi diucapkan. Ia hanya dirasakan—di antara pandangan yang meneduhkan dan hati yang telah lama berjanji untuk saling menyenangkan. (By Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA)
Bagikan:

Tinggalkan Komentar