Tapaktuan, KBBACEH.news – Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat melakukan penelitian terumbu karang di perairan Pulau Dua, Gampong Ujung Pulo Rayeuk, Kec. Bakongan Timur, Kab. Aceh Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 8 sampai dengan 10 Agustus 2022 tersebut turut melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Aceh Barat.
Turut di dukung oleh Tapaktuan Diving Club (TDC) Aceh Selatan, KPLP Tapaktuan, Pos TNI Angkatan Laut (AL) Tapaktuan, dan perangkat Gampong Ujung Pulo Rayeuk, Kec. Bakongan Timur.
Selain ekspedisi ke Pulau Dua untuk meneliti dan memonitoring terumbu karang, mahasiswa UTU juga diberi pemahaman atau edukasi cinta lingkungan oleh LSM GPL Aceh Barat.
Di hari kedua ekspedisi di Pulau Dua tersebut, mahasiswa UTU juga bergotong royong memungut sampah plastik yang berserakan di pantai.
Dosen UTU Meulaboh, Nurul Najmi S.Kel., M.Si kepada wartawan, Selasa (9/8/2022) mengatakan, kegiatan ekspedisi mahasiswa ini untuk penelitian dan monitoring pertumbuhan terumbu karang di Pulau Dua.
“Kita survey kelapangan, melihat kondisi pertumbuhan karangnya, nanti akan kita analisis apakah baik, sedang, buruk atau sangat buruk nanti ada indikator nilainya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, kegiatan ekspedisi di Pulau Dua ini juga dilakukan penanaman bibit terumbu karang di dasar laut.
“Setelah kita turun menyelam melihat kondisi pertumbuhan terumbu karang yang telah ditanam sekitar bulan September 2021 lalu, pertumbuhannya sangat bagus,” ucapnya.
Ia menyebutkan, dari 30 bibit yang telah ditanam oleh TDC Aceh Selatan, 9 yang mati, selebihnya pertumbuhannya sangat bagus ada sekitar 35 – 40 centimeter.
“Juga disekitar lokasi penanaman muncul terumbu karang jenis baru menandakan lokasi di sini karangnya sangat bagus,” sebutnya.

Sementara itu, Koordinator LSM GPL Aceh Barat, Fajar Oja Pratama mengutarakan, pihaknya ikut berpartisipasi dalam ekspedisi ini untuk memberi edukasi kepada mahasiswa maupun masyarakat untuk menjaga kelestarian pantai.
“Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan, apalagi pulai ini dekat dengan laut dan potensi laut sangat besar, banyak ikan dan terumbu karang,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, jika pengunjung membuang sampah sembarang sampai ke laut maka ikan – ikan akan mati dan terumbu karang akan rusak.
“Melalui ekspedisi ini kita memberi edukasi kepada masyarakat khususnya pengunjung untuk menjaga kelestarian pantai dan tidak membuang sampah sembarangan,” tutupnya. (IS/Red)