“MENGINGAT TANPA EMOSI”

“MENGINGAT TANPA EMOSI”
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA

KBBAceh.News | Tapaktuan – Sering kita dengar seseorang berkata, “Saya sudah maafkan, tapi saya tidak bisa melupakan.”

Ungkapan ini sering dianggap setengah hati dalam memaafkan. Padahal, dari sisi psikologis dan moral, itu justru manusiawi dan realistis.

Memaafkan Adalah Keputusan Hati, Melupakan Adalah Proses Pikiran

Menurut Daniel Goleman dalam Emotional Intelligence, ingatan emosional lebih kuat dari ingatan biasa. Artinya, meskipun kita sudah memaafkan, otak kita tetap menyimpan jejak luka itu sebagai bentuk perlindungan diri.

(𝙶𝚘𝚕𝚎𝚖𝚊𝚗, 𝙳𝚊𝚗𝚒𝚎𝚕. 𝙴𝚖𝚘𝚝𝚒𝚘𝚗𝚊𝚕 𝙸𝚗𝚝𝚎𝚕𝚕𝚒𝚐𝚎𝚗𝚌𝚎. 𝙽𝚎𝚠 𝚈𝚘𝚛𝚔: 𝙱𝚊𝚗𝚝𝚊𝚖 𝙱𝚘𝚘𝚔𝚜, 𝟷𝟿𝟿𝟻.)

Jadi, tidak melupakan bukan berarti masih membenci—tapi itu bagian dari belajar agar tidak jatuh di lubang yang sama.

Rasulullah SAW bersabda “Orang mukmin tidak akan disengat dua kali dari lubang yang sama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka Islam Mengajarkan Maaf dan Waspada, dalam Al-Qur’an Allah SWT mendorong kita untuk memaafkan: “Tetapi siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)

Namun, bukan berarti kita harus menutup mata sepenuhnya terhadap pengalaman masa lalu. Islam juga mengajarkan kehati-hatian dalam pergaulan. Kita boleh mengingat sebagai pelajaran, asal tidak menjadi dendam.

Diantara Solusi yang ditawarkan adalah mengingat Tanpa Luka, Bagaimana caranya mungkin kita bisa menetralisir memori: Ucapkan, “Dia pernah salah, dan saya pernah kecewa. Tapi saya tidak ingin hidup dalam luka itu selamanya.” fokus pada hikmah, bukan pelaku, Doakan dia, agar hati kita tidak menjadi keras karena masa lalu.

Berdasarkan penjelasan singkat diatas bahwa tidak semua yang kita maafkan bisa kita lupakan. Tapi kita bisa memilih untuk tidak membenci, meski ingat.

Karena memaafkan adalah tanda hati yang sehat. Dan mengingat, adalah tanda bahwa kita telah belajar.

Katakan untuk dirimu “Saya tidak lupa, tapi saya tidak ingin hidup dengan luka itu lagi.” (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar