Tapaktuan, KBBACEH.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan melalui Disdagperinkop dan UKM menggelar pelatihan jahit menjahit, pembuatan roti dan kue kering, olahan ikan dan pembuatan parfum bagi usaha mikro dan industri rumah tangga di Tapaktuan pada tanggal 23 Nopember sampai dengan 3 Desember 2021.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Selatan, Kailida S.Pd.I, berlangsung di Gedung Rumoh Inong, Jalan Nyak Adam Kamil, Tapaktuan, Selasa (23/11/2021).
Ketua Dekranasda Aceh Selatan, Kailida, istri Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran dalam arahannya mengatakan, pelatihan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus dapat menambah pendapatan keluarga.
“Karena sebagian peserta yang ikut dalam pelatihan ini adalah remaja putri dan ibu rumah tangga. Untuk itu, kami atas nama Dekranasda Kab. Aceh Selatan mengucapkan terima kasih kepada Kadis, karena beliau telah memprioritaskan pelaku usaha mikro/industri rumah tangga yang produktif sehingga terselenggaranya kegiatan pelatihan ini,” ucapnya.

Menurutnya, dilihat dari perkembangan usaha mikro/industri rumah tangga saat ini cukup banyak dan berkembang keberadaannya di Kabupaten Aceh Selatan.
“Kami sangat bangga dan berharap pelaksanaan pelatihan ini dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman, dimana peserta pelatihan ini akan diajarkan atau disiapkan teknis pembuatan pengolahan industri mengarah lebih modern,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, pelatihan ini merupakan upaya dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, yang dilaksanakan melalui pelatihan jahit menjahit, pembuatan roti dan kue kering, pengolahan ikan dan pembuatan parfum.
“Yang hasilnya kita harapkan dapat meningkatkan produksi dan penjualan dari yang dihasilkan pelaku usaha mikro/industri rumah tangga,” sebutnya.
Pada bagian lain, Kailida mengharapkan kepada Kepala Disdagperinkop dan UKM Aceh Selatan agar terus melakukan pembinaan dan dapat memberikan bantuan fasilitas usaha kepada masing – masing mereka, sehingga para peseta ini akan terus dapat mengembangkan usahanya.
Karena sebagaimana diketahui bahwa para pelaku usaha industri ini, sebagian besar masih memiliki modal usaha yang relatif sangat kecil dan terbatas.
“Sesuai dengan misi dan visi Azam mengenai meningkatkan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat Aceh Selatan, bahwa tidak hanya berupa modal usaha dan bantuan mesin dan peralatan tetapi juga bisa berupa pelatihan ketrampilan untuk meningkatkan SDM pelaku usaha demi peningkatan ekonomi masyarakat di Kab. Aceh Selatan,” tuturnya.

Kepala Disdagperinkop dan UKM Aceh Selatan, Teuku Harida Aslim SE MM mengutarakan, usaha mikro/industri rumah tangga merupakan usaha yang penyebarannya cukup banyak, cukup luas dan merata keberadaannya di Kab. Aceh Selatan.
“Hampir sebagian besar industri rumah tangga bergerak ke arah usaha mikro. Usaha ini sangat membantu para pelaku usaha untuk menambah pendapatan keluarga, untuk itu sepatutnya usaha ini kita perhatikan keberadaannya, kita bina, kita tuntun supaya mereka sukses dalam berusaha,” katanya.
Sementara itu, Kabid Perindustrian, Imtar SE menjelaskan, adapun tujuan pelaksanaan pelatihan ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan produksi bagi para pelaku usaha mikro/industri rumah tangga.
“Untuk meningkatkan pengetahuan bagi para pelaku usaha mikro/industri rumah tangga, berkaitan dengan kreatifitas,” jelasnya. (IS/Red).