Tapaktuan, KBBAceh.news – Kabid Pelayanan RSUD YA Tapaktuan mengaku secara jujur via percakapan WhatsApp pada Zumardi Chaidir salah seorang pasien yang berasal dari Tapaktuan bahwa RSUD YA keterbatasan SDM
Pasien Zumardi seorang wartawan media KKBACEH.NEWS dan beliau juga seorang tim SAR Aceh Selatan by phone menginformasikan pada saya bahwa Sabtu, 16/12/2023 dini hari beliau dibawa keluarganya ke RSUD YA karena mengeluh sakit di bahagian perut yang tidak tertahankan di bahagian perut
Mardi panggilan sehari-hari beliau langsung di bawa keluarga ke bahagian IGD
Penanganan awal dilakukan diruang IGD oleh petugas medis dengan pemasangan Infus
Setelahnya berdasarkan keterangan pasien Mardi pagi minggu 17/12/2023 sekira PK 8.00 WIB beliau masuk ruangan rawat inap
Di ruang kamar rawat inap pasien Zumardi hanya bisa menunggu lanjutan dari pelayanan medis apa yang akan dilakukan oleh pihak RSUD YA Tapaktuan
Pada PK 22.00 WIB Saptu malam (malam minggu) setelah 14 jam pasien menunggu baru ada kunjungan dari dokter spesialis beserta para medis pendampingnya
Dari hasil Visite diberitahukan pada pasien dan keluarga pada senin akan dilakukan pemeriksaan lanjutan pada Senin 18/12/2023 karena pemeriksaan USG hanya dapat dilakukan pada hari kerja.
Namun sampai Senin 18/12/2023 sekira PK 15.30 WIB di dapat keterangan dari petugas piket bahwa pada hari itu senin tidak ada Jadwal pemeriksaan USG
Dari kronogis diatas terkesan pihak rumah sakit mengulur-ngulur waktu dengan berbagai dalih yang dijadikan alasan untuk mengelabui pasien yang terbukti keterangan info yang diberikan petugas medis antara satu dan lainnya pada pasien dan keluarga pasein berubah-ubah seakan manajemen rumah sakit RSUD YA koordinasi diantara para medisnya sangatlah buruk
Semestinya bila dari awal diberitahukan bahwa pihak rumah sakit tipe B ini tidak dapat melakukan pelayanan dengan baik maka beritahukan secara tegas dan jelas pada pasien supaya pasien dapat mencari jalan alternatif lainnya
Setelah 3 hari dan 3 malam pasien yang bersifat emergency ini di abaikan dengan tidak mendapat dianogsa yang jelas dari pihak rumah sakit maka pihak keluarga pasien dan pasien melakukan komunikasi keberbagai pihak diataranya pasien Zumardi mendapat saran dari pimpinan beliau dari perusahaan Media KKBACEH NEWS hari ini Selasa 19/12/2023 segera angkat kaki dari RSUD YA itu untuk langsung ke Banda Aceh untuk melakukan usaha berobat ke Rumah Sakit Lainya yang lebih baik
Dipercakapan WhatsApp akhir antara pasien Zumardi dengan
Dr. Ikram Kabid Pelayanan RSUD YA kata Ikram “Rumah sakit kita Keterbatasan SDM”
Tambah Kabid Pelayanan Dr
Ikram sambil mengirim Do’a via WhatsApp, “Semoga bapak juga segera diberikan kesembuhan
Aminn”
Penilaian saya sebagai pemerhati bahwa orang berobat kerumah sakit dengan tujuan supaya pihak Rumah Sakit dapat menangani setiap pasien secara Medis bukan dengan sekedar mendoakannya
Bila ke RSUD YA sekedar mendapatkan do’a lebih baik semua pasien itu disuruh pulang saja kerumahnya masing-masing untuk berdo’a atau dibawa saja pasien-pasien itu ke Mesjid-mesjid untuk di do’akan secara berjamaah
T.Sukandi For-PAS