Pengawasan tersebut akan dilakukan sejak proses pengolahan hingga distribusi makanan.
KBBAceh.News| SEMARANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menolak mentah-mentah wacana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang menugaskan guru sebagai pencicip menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum dibagikan kepada siswa.
Ketua PGRI Kota Semarang, Prof Nur Khoiri menyatakan keselamatan nyawa tidak bisa dijadikan bahan uji coba.
Menurutnya, keterlibatan guru seharusnya tidak sampai pada tahap mencicipi makanan.
“Guru ini kasihan kalau harus ikut mencicipi. Kalau ada masalah keracunan, masyarakat pasti menyalahkan sekolah, padahal guru hanya menerima dan mendistribusikan,” kata Khoiri kepada JPNN.com, Kamis (2/10).
Dia menyebut sebaiknya dibuat prosedur operasional standar sederhana untuk memastikan keamanan makanan, misalnya dengan memeriksa tekstur, bau atau kondisi makanan secara visual.
“Jangan buru-buru mencicipi. Kalau sudah masuk ke tubuh, risikonya bisa membahayakan guru,” ujarnya.
Khoiri menilai keselamatan harus menjadi prioritas utama, meskipun kasus keracunan makanan MBG secara statistik terbilang kecil.
“Ini nyawa manusia, jangan coba-coba. Tidak bisa hanya dilihat dari angka persentase. Satu saja ada yang keracunan, itu tetap masalah besar,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Bambang Pramusinto menyatakan sedang berkoordinasi dengan Satgas MBG dan koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait wacana tersebut.
Selain itu, Pemkot mendorong seluruh SPPG mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk ikut mengawasi keamanan pangan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan. (Sumber, JPNN.Com)