Ramen: Sejarah, Jenis, dan Rahasia Kenikmatan Mie Khas Jepang yang Mendunia

Ramen: Sejarah, Jenis, dan Rahasia Kenikmatan Mie Khas Jepang yang Mendunia
  Akurat Mengabarkan - 7 Desember 2025
Penulis
|
Editor Redaksi
Bagikan:

Ramen adalah salah satu hidangan Jepang paling populer di dunia. Hidangan ini bukan sekadar semangkuk mie berkuah, tetapi juga sebuah simbol budaya yang kaya akan sejarah, teknik memasak, dan variasi rasa. Dari kuah gurih yang dimasak berjam-jam hingga mie kenyal yang khas, ramen menawarkan pengalaman makan yang lengkap dan memuaskan.

Bagi pecinta kuliner, memahami ramen berarti memasuki dunia yang penuh keunikan, inovasi, dan cita rasa. Yuk, kita bahas semuanya dalam artikel ini!

Apa Itu Ramen?

Dikutip dari ikkudo ichi pik, ramen adalah hidangan mie berkuah khas Jepang yang terdiri dari tiga bagian utama: mie, kuah, dan topping. Namun, ramen jauh lebih kompleks dari itu.

Ciri khas ramen dibanding mie lainnya adalah:

  • Kuah yang kaya rasa, hasil simmering selama berjam-jam 
  • Mie elastis berbahan kansui, membuat tekstur lebih kenyal 
  • Topping variatif, dari chashu hingga telur ajitama 

Banyak orang sering mengira ramen sama dengan mie instan, padahal keduanya berbeda jauh. Ramen asli dibuat dengan teknik kuliner yang detail dan memerlukan waktu panjang.

Sejarah Ramen

Berawal dari Cina

Ramen sebenarnya berasal dari hidangan mie Cina yang kemudian masuk ke Jepang pada abad ke-19. Nama “ramen” diyakini berasal dari kata lamian, yang berarti mie tarik.

Adaptasi Jepang

Setelah Perang Dunia II, ramen mengalami perkembangan pesat. Jepang mulai membuat berbagai variasi kuah dan topping, menjadikannya makanan sehari-hari yang populer dan terjangkau.

Ramen Modern

Kini, ramen telah menjadi ikon kuliner Jepang yang mendunia. Kamu bisa menemukan gerai ramen di mana saja, dari Tokyo hingga Jakarta. Banyak restoran bahkan menciptakan varian kreatif sesuai selera lokal.

Jenis-Jenis Ramen Populer

1. Shoyu Ramen

Shoyu ramen menggunakan kuah berbahan dasar kecap asin. Rasanya ringan, gurih, dan beraroma khas. Cocok untuk pemula yang baru mencoba ramen.

2. Shio Ramen

Shio berarti “garam.” Jenis ini memiliki kuah bening dengan rasa paling ringan. Biasanya disajikan dengan topping sederhana seperti ayam panggang dan menma.

3. Miso Ramen

Menggunakan pasta miso sebagai dasar kuah, varian ini memiliki tekstur lebih creamy dan rasa lebih dalam. Sangat cocok disantap saat cuaca dingin.

4. Tonkotsu Ramen

Ini adalah ramen dengan kuah paling kaya: kaldu tulang babi yang dimasak 8–12 jam hingga menghasilkan kuah putih creamy. Favorit banyak orang di seluruh dunia.

5. Tantanmen

Varian pedas yang dipengaruhi Sichuan. Kuahnya creamy, gurih, dan penuh aroma minyak cabai.

6. Tsukemen

Jenis ramen celup—mie dan kuah disajikan terpisah. Mienya lebih tebal dan teksturnya sangat kenyal.

Ramen Jepang vs Ramen Indonesia

Ramen di Indonesia banyak mengalami adaptasi, terutama agar lebih sesuai dengan selera lokal:

  • Varian halal dengan kaldu ayam atau sapi 
  • Level pedas karena orang Indonesia suka tantangan 
  • Topping lokal seperti jamur, ayam, bakso, bahkan keju 
  • Harga lebih terjangkau, cocok untuk semua kalangan 

Inilah alasan ramen sangat mudah diterima masyarakat Indonesia.

Komponen Utama dalam Semangkuk Ramen

1. Mie Ramen

Mie ramen memiliki tekstur elastis karena menggunakan kansui, sejenis air alkali. Ada yang tipis, tebal, lurus, atau keriting, masing-masing cocok untuk jenis kuah tertentu.

2. Kuah (Broth)

Inilah kunci utama ramen. Kuah ramen dibuat dengan simmering berjam-jam hingga penuh rasa. Ada kuah bening (chintan) dan kuah kental (paitan).

3. Topping

Beberapa topping populer:

  • Chashu (ayam atau babi panggang) 
  • Telur ajitama 
  • Menma (rebung) 
  • Jagung 
  • Nori 
  • Daun bawang 
  • Minyak cabai 

Variasi topping modern juga banyak, seperti truffle oil, keju, atau spicy butter.

Cara Menikmati Ramen dengan Benar

Jepang memiliki cara khusus dalam menikmati ramen:

  • Seruput mie (slurping) untuk meningkatkan cita rasa dan aroma 
  • Makan cepat karena mie akan cepat menyerap kuah 
  • Cicipi kuah sebelum mie untuk merasakan karakter ramen 
  • Gunakan topping sebagai pelengkap, bukan fokus utama 

Makan ramen itu bukan hanya soal kenyang, tetapi juga pengalaman.

Tips Memilih Tempat Ramen yang Enak

Jika kamu ingin menemukan ramen terbaik, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Kuah freshly made, bukan instan 
  2. Mie buatan sendiri atau berkualitas impor 
  3. Aroma kuah kuat dan tidak amis 
  4. Konsistensi rasa stabil berdasarkan review pelanggan 
  5. Opsi halal/non-halal jelas 

Ramen berkualitas biasanya memiliki “karakter” kuah yang terasa sejak suapan pertama.

Cara Membuat Ramen Homemade yang Mudah

Tidak perlu peralatan mahal, kamu tetap bisa membuat ramen rumahan.

Kuah simple:

  • Bawang putih 
  • Jahe 
  • Kaldu ayam 
  • Kecap asin 
  • Minyak wijen 

Mie:

Gunakan mie ramen kemasan atau mie telur sebagai alternatif.

Topping simple & murah:

  • Telur setengah matang 
  • Daun bawang 
  • Jamur tumis 
  • Ayam panggang sederhana 

Kunci ramen rumahan adalah keseimbangan rasa antara kuah dan mie.

Ramen dalam Pop Culture

Ramen sering muncul dalam:

  • Anime dan manga (Naruto, Food Wars, Boruto) 
  • Drama Jepang 
  • Challenge makanan pedas 
  • Konten kuliner TikTok dan YouTube 

Popularitas ini membuat ramen semakin dekat dengan generasi muda.

Kesimpulan

Ramen bukan sekadar makanan, ia adalah perpaduan sejarah, budaya, dan kreativitas kuliner. Variasinya yang beragam membuat ramen cocok untuk semua selera, dari yang suka rasa ringan hingga yang mencari tantangan pedas.

Dengan memahami jenis, komponen, dan cara menikmatinya, kamu bisa lebih menghargai setiap suapan ramen. Jadi, kalau kamu ingin mencoba pengalaman makan yang kaya dan menyenangkan, ramen adalah pilihan yang tepat.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar