Segera, Sebelum Cahaya Itu Padam

Segera, Sebelum Cahaya Itu Padam
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA

KBBAceh.News | Tapaktuan – Pernahkah engkau merasa tiba-tiba ingin menolong seseorang? Atau tergerak hatimu untuk shalat lebih awal, memaafkan kesalahan orang, atau mengulurkan tangan pada mereka yang kesulitan?

Bisikan itu bukan sekadar lintasan pikiran. Itulah sentuhan halus dari langit, yang hadir sekejap untuk menuntunmu melangkah menuju cahaya. Sayangnya, banyak dari kita terlalu sibuk mempertimbangkan, menimbang-nimbang, hingga akhirnya cahaya itu padam sebelum sempat kita rengkuh.

Bayangkan kau berada di tengah lautan.

Kapalmu diam, tak ada motor, hanya layar terbentang. Tiba-tiba angin datang, itulah hidayah. Jika layarmu tak kau buka saat itu juga, angin berlalu, dan kau tetap diam di tempat.

Demikian pula niat baik dalam hati. Ia datang seperti angin dari Tuhan, menggerakkan hati untuk mendekat pada kebaikan. Jika kau menundanya, kau kehilangan arah, kehilangan tenaga.

Hidayah itu bukan soal datang atau tidak datang, tapi soal apakah kita siap menyambut dan menjemputnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Bersegeralah kalian dalam beramal saleh, karena akan datang fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita…” (HR. Muslim)

Al Quran memberikan informasi : “Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Kebaikan itu seperti buah yang ranum di dahan. Jika tak segera dipetik, ia jatuh, busuk, dan hilang nilainya.

Berapa banyak amal yang tertunda karena kita terlalu banyak berpikir? “Saya akan mulai memperbaiki diri… setelah lebaran.”

“Saya ingin minta maaf, tapi nanti saja.”

“Saya ingin berbagi, tapi uang saya pas-pasan.”

Sungguh, setan tak selalu mengajak berbuat jahat. Ia seringkali hanya cukup membisikkan: “Nanti saja…”

Dan kita pun percaya, hingga waktu habis dan peluang lenyap. Padahal bisa jadi, itulah momen terakhir Allah ingin melihat kita bertindak baik.

Wahai hati yang sedang digerakkan untuk berbuat baik, jangan kau abaikan getarannya.

Jangan tunggu waktu ideal. Jangan biarkan logika merantai langkahmu. Segera lakukan, meski kecil.

Karena di hadapan Allah, amal yang kecil tapi dilakukan dengan segera, lebih dicintai daripada rencana besar yang tak pernah jadi nyata. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar