Sifat Arogan Karyawan PT. Laot Bangko Nyaris Picu Bentrokan dengan Kelompok Tani Sadakata di Subulussalam

Sifat Arogan Karyawan PT. Laot Bangko Nyaris Picu Bentrokan dengan Kelompok Tani Sadakata di Subulussalam
Ketua Kelompok Tani, Anas Mahphudi (bertopi rimba) tampak bersitegang dengan karyawan PT. Laot Bangko   Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

KBBAceh.News | Subulussalam – Ketegangan terkait sengketa lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Kota Subulussalam kembali memuncak setelah sifat arogan salah satu karyawan PT. Laot Bangko nyaris memicu bentrokan fisik dengan anggota Kelompok Tani Usaha Mandiri Sadakata pada Jumat sore, 24/10/2025

Insiden ini terjadi setelah pihak perusahaan mengumumkan rencana pemanenan paksa buah sawit dari kebun milik warga yang diklaim masuk dalam areal HGU perusahaan.

Konflik bermula ketika PT. Laot Bangko menginformasikan kepada seluruh pemilik kebun yang berada di dalam klaim HGU bahwa buah sawit mereka akan dipanen paksa. Mendengar informasi tersebut, para petani dari Kelompok Tani Usaha Mandiri Sadakata yang memiliki kebun di Desa Batu Napal segera bersiaga dan kompak menjaga kebun mereka.

Puncaknya, manajer PT. Laot Bangko beserta beberapa karyawannya terlibat cekcok mulut yang memanas dengan kelompok tani. Situasi menjadi sangat kritis dan nyaris berubah menjadi bentrokan fisik akibat sikap arogan salah satu karyawan perusahaan.

Beruntung, ketegangan yang sudah di ambang batas itu berhasil dilerai tepat waktu oleh anggota kelompok petani lainnya dan sejumlah personil polisi yang hadir di lokasi dengan mengenakan seragam biasa (non-uniform).

Intervensi cepat tersebut berhasil mencegah insiden yang lebih serius.
Hingga saat ini, belum ada upaya penyelesaian konflik agraria yang komprehensif dan tuntas antara perusahaan PT. Laot Bangko dengan warga Kota Subulussalam.

Masyarakat sangat berharap agar Wali Kota Subulussalam segera turun tangan untuk memberikan jalan keluar dan solusi permanen, sehingga hal serupa tidak terulang kembali yang dikhawatirkan dapat menyebabkan pertumpahan darah akibat konflik berkepanjangan. (Dian)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar