KBBAceh.News | Jakarta – Pemerintah Indonesia berniat mengerahkan 20 ribu prajurit untuk bergabung dalam pasukan stabilitas internasional ke Gaza, Palestina. Sebagai bagian dari keseriusan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto akan menunjuk seorang jenderal bintang 3 TNI untuk memimpin pasukan tersebut.
Di bawah masing-masing brigade komposit tersebut, akan ada beberapa batalyon TNI. Terdiri atas batalyon kesehatan, batalyon zeni konstruksi, batalyon bantuan, dan batalyon bantuan mekanis. Tidak hanya itu, TNI juga akan mengerahkan alat utama sistem persenjataan laut dan udara.
”Unsur udara, kami menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kami siapkan 2 kapal rumah sakit dari Angkatan Laut lengkap dengan helikopter yang ada di kapal tersebut,” kata Agus.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempersiapkan pasukan tersebut. Hal itu dilakukan menyusul keputusan yang diambil oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Utut Adianto menyampaikan bahwa dalam rapat tertutup yang berlangsung di Komplek DPR hari ini memang dibahas mengenai persiapan pasukan TNI yang akan dikirim oleh Pemerintah Indonesia ke Gaza, Palestina.
”Karena tadi menyangkut strategi penting negara, kami harus menyatakan (rapat) tertutup. Tetapi, kalau poin-poinnya, silakan ditanyakan ke pak menhan atau panglima TNI, termasuk rencana besar kita mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza yang jumlahnya sekitar 20 ribu personel,” imbuhnya. (Sumber, JawaPos.com)