By Dr Khairuddin, S.Ag. MA
KBBAceh.News | Tapaktuan – “Ketika lidah berhenti berucap, hati tetap punya bahasa. Dan sujud… adalah tempat bahasa itu paling jujur terbaca oleh Tuhan.”
Ada saatnya dalam hidup, kamu merasa terlalu lelah untuk berkata-kata dalam doa. Bukan karena tidak punya keinginan, tapi karena kamu tidak tahu harus berkata dari mana. Terlalu banyak yang tak mampu dirumuskan oleh logika. Terlalu dalam luka yang tak bisa dilukiskan dengan kalimat.
Di saat seperti itu, kamu pun hanya bersujud. Hening. Tanpa kata. Tanpa tangis. Tanpa gerak, selain detak pelan di dada yang terasa sesak. Tapi justru di keheningan itulah, hatimu sedang bicara paling nyaring kepada Tuhan.
Sujud adalah bentuk penghambaan paling rendah dari tubuh kita kepada Sang Pencipta. Namun, justru di posisi terendah itulah, jiwa kita sedang berada di titik paling tinggi. Kita sedang sangat dekat dengan-Nya. Bukan dengan kata, tapi dengan nurani.
Allah tidak menunggu lisanmu fasih merangkai kalimat. Ia tidak menuntut doa yang runut, panjang, atau sempurna. Ia hanya menunggu hatimu benar-benar hadir.
Karena bagi Allah, suara yang paling indah bukan lantangmu di mimbar, tapi lirihmu di sajadah, sehingga Sujud itu bukan tentang apa yang kita katakan, tapi apa yang kita tunjukkan dari kerendahan hati.
Pernahkah kita terbangun di sepertiga malam dan tidak tahu harus minta apa?
Kita hanya duduk. Lalu bersujud. Hanya ingin mendekat. Tidak membawa daftar keinginan. Hanya membawa diri yang lelah, hati yang basah, dan jiwa yang rindu.
Di saat itu, kamu sedang mengalami hakikat dari sujud yang bukan ritual, tapi perjumpaan. Sebagaimana cinta sejati tidak selalu perlu kata, begitu pula perjumpaan yang tulus dengan Allah. Ia tidak menunggu lantunan doa, tapi kehadiran hati.
Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa Ia Maha Mengetahui isi hati, bahkan sebelum kita mengucapkannya:
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)
Allah tidak pernah menunggu kamu fasih, pintar, atau mampu menjelaskan apa yang kau rasa. Bahkan saat kamu tak tahu harus meminta apa, Allah sudah tahu apa yang kamu butuhkan. Sujud tanpa kata pun tetap sampai ke langit, jika disertai kehadiran jiwa yang tulus.
Maka jangan merasa doa harus selalu berupa kata-kata panjang. Jangan berpikir sujudmu sia-sia hanya karena kamu tidak mengucapkan apa-apa, Sujudmu adalah pesan, Sujudmu adalah pernyataan, Sujudmu adalah kejujuran.
Di sana, saat semua diam, hatimu tetap bicara. Dan Allah… Maha Mendengar bahkan sebelum kamu sempat bersuara. (Red)