Tak Digubris Pemerintah,Warga Puloe Ie Lanjutkan Pekerjaan Penggalian Parit Sawah

Tak Digubris Pemerintah,Warga Puloe Ie Lanjutkan Pekerjaan Penggalian Parit Sawah
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktapak, KBBAceh.news– Sepertinya keinginan warga Gampong Puloe Ie Kecamatan Kluet Utara untuk mendapatkan perhatian pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar membantu mereka mendapatkan akses air sawah semakin jauh dari harapan. Terbukti hingga sepekan setelah diberitakan namun tidak satu pun pihak yang mewakili pemerintah hadir atau memberikan solusi, hal ini disampaikan ketua kelompok tani Giat Tani Muda Gampong Puloe Ie Kecamatan Kluet Utara, Jumat (16/6/2023).

” Ini Jumat ke lima kami lakukan gorong-gorong pembuatan parit sepanjang 2 Km untuk mendapatkan akses air sawah menghadapi musim tanam, hingga saat ini, tidak ada respon bapak-bapak kita yang terhormat di pemerintah, baik itu kecamatan maupun kabupaten,” ucapnya dengan nada kecewa.

Bustami melanjutkan, selama ini warga sudah sangat bersabar dengan mengelola persawahan mereka menggunakan sistem tadah hujan akibat tidak adanya saluran irigasi, namun karena cuaca ekstrim dan mempengaruhi hujan saat ini sehingga warga berinsiatif untuk melakukan penggalian parit secara manual sepanjang 2 Km itu untuk mendapat akses air terhadap sawah seluas 25 hektar tersebut.

” Sebenarnya jika pemerintah mau membantu, dengan satu alat berat saja kami sudah sangat tertolong, tapi sepertinya kami tidak memiliki tempat untuk mengadu, walaupun sejatinya pemerintah itu adalah pengayom dan tempat mengadu masyarakat,” timpalnya.

Masih kata Bustami, jika sikap abai seperti ini terus dipertontonkan pemerintah kita dengan hanya memberikan klarifikasi tak berhubungan tanpa melihat langsung kondisi lapangan, maka cita-cita Makmu Meutani itu hanyalah slogan-slogan pemanis kata saja tanpa ada tindakan konkret untuk menjawab keluhan petani.

” Makmu Meutani, Swasembada Pangan hanyalah ilusi, jika kami petani padi tidak benar-benar diperhatikan, banyak bukti bagaimana kami petani semakin termarjinalkan dengan kondisi yang ada di lapangan,” ungkapnya.

Namun demikian, Bustami kembali meminta respon positif Pemerintah Aceh Selatan untuk setidaknya merespon keluhan yang telah mereka sampaikan, setidaknya melihat fakta-fakta yang mereka hadapi di lapangan.

” Kami masyarakat sangat mengharapkan bantuan pemerintah daerah untuk membantu kami petani yang memang sangat membutuhkan air untuk mengaliri persawahan,” harapnya.(Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar