Tenang di Tengah Ombak

Tenang di Tengah Ombak
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By Dr Khairuddin MA

Tapaktuan, KBBAceh.news – Kadang hati kita seperti perahu kecil yang terapung di tengah lautan informasi, dihempas gelombang emosi dan arus pemikiran yang tak henti berganti. Saat angin membawa kabar gembira, layar bahagia mengembang penuh, dan jiwa berlayar tenang, diiringi irama harapan dan mimpi. Namun ketika angin berubah menjadi badai kabar mengecewakan, perahu kita goyah, terombang-ambing oleh gelombang kekecewaan, dan kita merasa dihina oleh takdir yang tak menentu.

Padahal, sejatinya kebahagiaan yang hanya bersandar pada kabar dari luar seperti menambatkan kapal di ombak. Tak ada kepastian di sana. Kita berharap pada sesuatu yang belum tentu menjadi milik kita, lalu kecewa ketika hasilnya tidak sesuai harapan.

Memiliki cita-cita, menggantung harapan, dan bekerja sama dengan orang lain adalah hal mulia. Namun, menggantungkan hasil sepenuhnya pada mereka adalah jebakan kekecewaan. Karena sejauh apapun layar terbentang, arah angin tetap milik Allah.

Kita seperti petani yang menanam padi di ladang. Kita bisa memilih benih terbaik, menyiramnya dengan kasih, dan menyiangi gulmanya setiap hari. Tapi kita tak bisa mengatur kapan hujan turun atau matahari bersinar. Itu urusan langit. Jika hasilnya baik, bersyukurlah. Jika belum sesuai harap, bukan karena gagal, tapi karena Allah sedang menyusun musim panen yang lebih indah.

Maka, jangan mudah bahagia hanya karena pujian, dan jangan mudah hancur karena kabar buruk. Sandarkan hatimu pada Yang Maha Mengatur, bukan pada kabar yang datang dan pergi. Karena sejatinya, yang paling kuat adalah hati yang bersandar pada Allah, bukan pada angin dunia. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar