Tapaktuan, KBBACEH.news – Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS) Teuku Sukandi menyatakan nyawa manusia lebih berharga dari harimau. Maka semua hewan yang mengancam nyawa manusia sudah sepatutnya dibunuh.
“Termasuk hewan yang dilindungi yang tadinya dilarang untuk dibunuh, sepatutnya wajar dibunuh,” kata Teuku Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Sabtu (21/5/2022).
Pernyataan tegas ia sampaikan tersebut menyusul berulangnya komplik harimau dengan manusia di kawasan Bakongan Timur.
“Kejadian ini sudah berulang – ulang dari penampakan harimau di pemukiman penduduk hingga terjadi serangan terhadap warga yang sedang beraktivitas di kebun,” ungkapnya.
Namun lanjutnya, dari rentetan kejadian demi kejadian yang nyaris menelan korban jiwa itu, sebaliknya pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh belum serius mengatasi komplik antara harimau dengan manusia tersebut.
“Padahal dampak komplik antara harimau dengan manusia dikawasan itu telah menggangu masyarakat yang beraktivitas di kebun,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, BKSDA Aceh semestinya harus segera mengatasi kejadian serangan harimau dan jangan sampai masyarakat memilih caranya sendiri untuk mengatasi gangguan hewan dilindungi itu.
“Saya mendukung pernyataan Ketua DPRK Aceh Selatan, Amiruddin yang meminta sudah selayaknya segera ditetapkan status darurat gangguan harimau di Aceh Selatan,” ucapnya.
Tetapi sambungnya, sebelumnya DPRK Aceh Selatan terlebih dahulu memanggil pihak BKSDA Aceh ke Gedung DPRK untuk mempertanyakan langkah – langkah apa saja yang telah dilakukan BKSDA Aceh selama ini dalam mengatasi gangguan harimau di wilayah itu.
“Karena kita ketahui petugas BKSDA selama ini hanya sibuk melakukan pengusiran atau menghalau harimau kembali ke hutan disaat sudah ada jatuh korban jiwa,” tutupnya. (IS/Red).