By Dr. Khairuddin MA
Tapaktuan, KBBAceh.news – Pernahkah engkau merasa terdorong untuk berdoa tanpa tahu mengapa? Seakan ada dorongan lembut dalam hati untuk memohon, mengadu, dan menyampaikan segala harapan kepada Allah? Ketahuilah, itu bukan hal biasa. Itu adalah tanda bahwa Allah sedang mencurahkan perhatian-Nya kepadamu. Itu adalah ilham yang suci, undangan halus dari langit, agar engkau mendekat.
Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu โanhu pernah berkata,
โAku tidak khawatir apakah doaku dikabulkan atau tidak. Yang aku khawatirkan adalah, apakah aku bisa berdoa atau tidak.โ
Kalimat ini menyimpan hikmah besar. Sebab hakikatnya, kemampuan untuk berdoa saja sudah merupakan bentuk kasih sayang dari Allah. Siapa yang diberi hati yang mau berdoa, berarti telah diberi jalan menuju jawaban.
Coba Bayangkan seorang raja agung yang memiliki ribuan rakyat. Di antara sekian banyak, hanya beberapa yang diundang secara khusus ke istananya untuk menghadap dan menyampaikan permintaan langsung. Maka, orang-orang yang mendapat undangan itu tentu adalah orang-orang yang istimewa. Demikian pula halnya ketika kita merasa tergerak untuk berdoa. Itu pertanda bahwa Sang Raja langit dan bumi tengah โmengundangโ kita untuk mendekat, berbicara, meminta.
Allah berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untuk kalian.” (QS. Ghafir: 60)
Dalam ayat lain Allah berfirman :
“Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Maka jangan pernah remehkan detik-detik saat engkau ingin berdoa. Itu bukan sekadar bisikan hati, tapi panggilan cinta dari Tuhanmu. Dan jika engkau merasa sulit untuk berdoa? Maka itulah saatnya engkau memohon: โYa Allah, ajari aku untuk berdoa. Lembutkan hatiku agar ia mau bersimpuh di hadapan-Mu.โ
Doa adalah tanda bahwa Allah ingin mendekat. Maka datanglah, sampaikan segalanya. Karena di saat engkau tergerak untuk berdoa, mungkin itulah saat paling dekat antara dirimu dan jawaban dari langit. (Red)