Kutacane, KBBACEH.news-Satu unit mobil yang sedang parkir di depan salah satu rumah makan wilayah kota Kutacane, Aceh Tenggara, diduga kendaraan operasional milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat.
Berdasarkan pantauan KBBACEH.news, Kamis (25/5/2023), mobil itu terlihat sedang terparkir di depan sebuah rumah makan (RM) pusat kota Kutacane. Namun anehnya, menurut informasi plat kendaraan dinas tersebut kerap digonta ganti, dari nomor platnya aslinya warna merah, tetapi dengan tujuan tertentu sengaja diganti ke plat warna hitam.
Pergantian plat tersebut diduga untuk kepentingan pribadi guna mengelabui pihak SPBU saat membeli BBM solar subsidi. Karena jika menggunakan plat warna merah, tentu mobil dinas itu tidak diperbolehkan menggunakan BBM subsidi, tetapi harus non subsidi.
Wakil I bidang Polhukam LSM Gempita, Nal kepada KBBACEH.news saat diminta tanggapannya mengatakan bahwa dirinya sangat menyanyangkan sharusnya mobil dinas harus tetap memakai plat nomor merah bukan plat hitam.
“Kalau malu menggunakan plat warna merah, ya harusnya oknum tersebut menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Sebab, sambungnya, perbuatan mengganti plat merah menjadi plat hitam pada mobil dinas sangat membahayakan, karena jika terjadi sesuatu di jalan, Polisi kesulitan melakukan identifikasi.Tanda Nomor Kendaraan (TNKB) untuk kendaraan bermotor dinas pemerintah memang berwarna merah.
Jika ada yang berwarna hitam karena orang tersebut sendiri yang mengganti TNKB-nya menjadi warna hitam, maka TNKB tersebut tidak sah jika bukan dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Orang tersebut dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
Untuk itu kita meminta kepada PJ Bupati Agara Drs Syakir M.Si, terkait pergantian mobil dinas menggunakan plat warna hitam, secepatnya untuk memanggil kepala dinas Disperindag Agara. Jika ada tindakan tegas dari PJ Bupati akan menjadi efek jera terhadap Kadis tersebut.
Terkait hal tersebut, Rahmad Fadli S.STP, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp nya, enggan memberikan keterangan. Kemudian saat dihubungi lewat telepon seluler nada dering suara telpon nya aktif, tapi tidak di angkat.(Hidayat/Red).