Tapaktuan, KBBAceh.news – Tjut Agam Kolonel (Purn) mantan Dandim Aceh Barat mantan Ketua DPD II Golkar dan mantan Ketua DPRK Aceh barat serta mantan Ketua KP3 ABAS dan almarhum juga adalah mantan Ketua PeTA Aceh Barat serta sederet jabatan lainnya yang beliau Sandang.
Beliau adalah sosok tentara yang sangat Gigih, Tegas dan Keras dalam berjuang untuk kepentingan Bangsa dan Negara.
Saya telah mengenal beliau lebih 25 tahun yang lalu dan selama itu pula kami selalu bersama-sama dalam berjuang untuk Pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) serta Kebersamaan kami Lainnya adalah karna Kami juga bernaung dalam satu wadah organisasi Pembela Tanah Air (PeTA)
Kami sebagai Aktivis generasi Pertama Pemekaran di Wilayah Pantai Barat Selatan maupun di Dataran Gayo Aceh Lowser Antara (ALA)
ABAS dan ALA adalah anak kembar yang Lahirnya Berbarengan
Kawan-kawan kami seperjuangan generasi pertama Pemekaran sudah banyak berpulang tapi para tokoh generasi yang sudah sepuh itu masih ada di antaranya di Pantai Barat Selat masih ada seperti Mack Salmina Ali (mantan bupati Aceh Selatan), Adnan NS (mantan DPD senator Aceh), Juriat (mantan pimpinan DPRK Aceh) Meurah Ali (mantan wartawan senior Aceh) serta banyak lagi yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu (Saya hanya sebutkan nama-nama para tokoh yang sudah sepuh saja)
Di ALA (Aceh Leuser Antara) di dataran tinggi Gayo masih ada Amen Disky (mantan Bupati Aceh Tenggara dan mantan anggota DPR-RI) ada Syukur Kobat mantan Ketua DPRK Aceh Tengah) dan ada Tagore Abu Bakar (mantan bupati Aceh Tengah dan mantan anggota DPRI-RI) dan lain-lain
Tjut Agam (almarhum) bersama kami para tokoh ABAS dan ALA berjuang dengan Keringat, Air Mata serta dengan segala finansial yang kami punya serta kami juga puluhan kali (tidak terhitung) unjuk rasa di Jakarta dengan berdarah-darah di titik demontrasi Simpang Monas Istana presiden, Istana wakil presiden, Depdagri dan Gedung DPR-RI
Sebagai kilas balik sekedar ilustrasi untuk melawan lupa, pada saat itu pasca damai kami berdemontrasi di depan Istana wakil presiden Yusuf Kala, karna ada sesuatu yang bersifat miskomunikasi (saya tidak urai penyebabnya) maka kami alihkan demo itu kebelakang istana wakil presiden dengan merubohkan pagar belakang istana wakil presiden pada saat itu nyaris Tjut Agam di tempak oleh pengawal dan pengamanan wakil presiden
Di pertengahan tahun 2023 saya di ajak oleh PJ Bupati Abdya Darmansah sekretaris KP3 ABAS Aceh Selatan untuk menjenguk pak Tjut panggilan akrab almarhum
Pada saat itu kami datang bertiga Darmansah, Juriat dan saya di kediaman pak Tjut Agam di rumah almarhum di kampung Pungki Aceh Barat
“Kami Boleh dan Pasti Mati Tapi Semangat Kami Tidak Akan Pernah Mati Untuk Pemekaran Provinsi Aceh Demi Kesejahteraan Masyarakat ABAS dan ALA”
T Sukandi ketua KP3 ABAS Aceh Selatan