Ahli BRIN Sebut Perubahan Iklim di Indonesia Sudah Masuk Fase Krisis, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Ahli BRIN Sebut Perubahan Iklim di Indonesia Sudah Masuk Fase Krisis, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Ahli Klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai perubahan iklim yang kini telah memasuki fase “krisis iklim”. Menurutnya, fenomena ini terjadi karena suhu global secara konsisten berfluktuasi melampaui 1,5 derajat Celsius.

Musim Tak Menentu dan Cuaca Ekstrem Sering Terjadi

Erma menjelaskan, krisis iklim memiliki dua dampak utama yang perlu dipahami oleh masyarakat. Pertama, musim yang tidak menentu, membuat perencanaan kegiatan sehari-hari, bahkan mata pencaharian yang bergantung pada musim, menjadi sulit. Kedua, cuaca ekstrem yang terjadi dengan frekuensi yang lebih sering dan dampak kerusakan yang lebih besar.

Oleh karena itu, Erma menekankan pentingnya adaptasi dan mitigasi bencana. “Adaptasi ini perlu melakukan penyesuaian kegiatan-kegiatan masyarakat dengan situasi baru yang harus dihadapi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa mata pencaharian, terutama di sektor agraris, perlu disesuaikan dengan kondisi musim yang terus berubah.

Pentingnya Adaptasi dan Mitigasi Bencana

Erma memperingatkan bahwa mereka yang paling rentan menjadi korban dari krisis iklim ini adalah kelompok masyarakat yang kurang berpengetahuan dan tidak memiliki kesadaran umum, khususnya di daerah perkotaan. Mereka juga termasuk orang-orang yang berebut sumber daya akibat dampak perubahan iklim.

Dengan demikian, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menyiapkan langkah mitigasi dan adaptasi. Ini termasuk edukasi publik, pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap cuaca ekstrem, dan perencanaan ulang sektor-sektor strategis yang rentan terhadap dampak krisis iklim. (Sumber, Galamedianews)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar