Tapaktuan, KBBACEH.news – Seekor harimau sumatera akhirnya masuk alam box trap yang dipasang BKSDA Aceh di kawasan gunung kapur kecamatan Trumon Aceh Selatan. Sebelumnya harimau tersebut sempat terlihat dan diabadikan warga di Gampong Selekat gampong Simpang kecamatan Bakongan Timur dan di gampong Krueng Batee serta Panton Bilie kecamatan Trumon.
Pasca masuk perangkap BKSDA, Harimau yang diperkirakan berusia dan dalam keadaan itu saat ini masih diobservasi di Conservation Response Unit Trumon Aceh Selatan.
Kepala seksi konservasi wilayah II BKSDA Aceh, Hadi Sofyan mengatakan sejak tanggal 9 Oktober 2021 harimau Sumatera tersebut telah turun ke perkebunan, berbagai upaya seperti memasang kamera trap, perangkap dan patroli terus dilakukan pihak BKSDA yang dibantu oleh pihak mitra WCS -IP, FKL dan Babinsa.
“Kita melihat ada perubahan perilaku pada satwa ini, seperti tidak takut dengan kehadiran manusia, menerkam kambing warga, diperkirakan ada tiga ekor dan menimbulkan keresahan bagi warga, Alhamdulilah sudah masuk perangkap pada 10 November kemarin,” ucapnya saat di wawancarai KBBACEH.news. di CRU Trumon, Kamis (11/11/2021)

Ia melanjutkan, nantinya setelah dilakukan observasi oleh pihak kesehatan hewan dan dipastikan sehat harimau yang berjenis kelamin betina dan diberi nama Putro Kapho ini nantinya akan dilepas liarkan kembali ke habitatnya, sementara ini untuk usia dan kondisi kesehatannya masih menunggu hasil tim kedokteran hewan, namun demikian demikian secara fisik kondisi harimau sehat dan sangat agresif.
Dari hasil trap kamera dan laporan tim terlihat ada tiga ekor yang saat ini turun ke pemukiman, oleh sebab itu pihaknya Meminta agar masyarakat yang beraktivitas di kebun agar tidak bepergian sendirian.
Sementara itu pawang BKSDA Aceh, Syarwani Sabi mengatakan dirinya lebih kurang sudah hampir tiga pekan berada di Aceh Selatan untuk melakukan upaya penyelamatan Harimau Sumatera tersebut.
“Kita hanya berusaha, semoga Allah mengizinkan, tujuan kita masyarakat nyaman harimau tidak punah,” ucapnya.
Menurut pria yang berusia 84 tahun ini harimau tersebut turun ke perkebunan, sejak 2007 hingga saat ini belum ada manusia yang diserang secara langsung oleh harimau.
Saat ini pihak BKSDA Aceh masih menunggu hasil observasi dari pihak kedokteran hewan untuk memastikan kondisi kesehatan dan penyebab terjadinya perubahan perilaku pada harimau sumatera tersebut.