Petani Muda asal Aceh Selatan akan Belajar Ilmu di Negeri Jepang

Petani Muda asal Aceh Selatan akan Belajar Ilmu di Negeri Jepang
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Banda Aceh, KBBACEH.news – Dua Petani Muda (Milenial) asal Aceh salah satunya putra
Gampong Gunong Pulo, Kecamatan Kluet Utara, kabupaten Aceh Selatan, akan menuntut ilmu di sektor Pertanian di Negeri Sakura – Jepang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Cut Huzaimah SP MP kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (21/4/2022).

“Petani asal Aceh Selatan, Marzukri SP lulus dalam magang setelah mengikuti berbagai seleksi yang ketat yang bertahap mulai dari daerah, sampai ke pusat dilakukan oleh Kementrian Pertanian RI,” katanya.

Ia menyebut dua petani milenial asal Aceh yang lulus dalam magang petani muda Indonesia ke Jepang tahun 2022. Pemberangkatannya dilakukan sesuai jadwal yang telat ditentukan pihak Jepang disesuai dengan perusahaan yang ditempatkan disana.

“Petani muda Indonesia Program Magang ke Jepang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda tani di bidang pertanian melalui program pelatihan dan magang di sektor on farm mulai dari hulu sampai hilirisasi,” ujarnya.

Dua petani muda magang ke Jepang dari Provinsi Aceh yaitu Abdul Hamid dari Kabupaten Aceh utara magang di perusahaan Japan Agricultural Exchange Council (JAEC), dan Marzukri berasal dari Aceh Selatan di perusahaan Niigata Agricultural Exchange Council (NAEC).

“Kita bersyukur dan mengapresiasi perjuangan petani muda Aceh yang akan belajar di bidang sektor pertanian di Jepang dan memanfaatkan secara maksimal kesempatan yang telah didapatkan untuk mempelajari sistem pertanian dan peternakan yang tentu lebih modern dan efisien di Jepang untuk kemudian dapat diaplikasikan dalam pembangunan pertanian dan peternakan di Provinsi Aceh,” ucapnya.

Marzukri salah satu petani muda Aceh yang akan berangkat ke Jepang kepada wartawan mengutarakan, program ini sangat lah berguna bagi pemuda tani Indonesia untuk dapat belajar di negara yang terkenal dengan etos kerja yang tinggi, kedisiplinan yang akurat, dan teknologi yang maju.

“Program ini sangat membantu petani muda lebih bisa memanfaatkan waktu dan target dalam berkerja dilapangan lebih tercapai, karena pengalaman, dan ilmu di Jepang bisa diterapkan di Indonesia setelah pulang,” katanya.

Atas kepergiannya ke Jepang tersebut ia mengharapkan dukungan dan doa masyarakat Aceh Selatan. Khususnya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan, ia memohon agar membantu biaya sehari – hari selama berada di Negeri Sakura – Jepang.

“Ilmu sektor pertanian yang nantinya saya pelajari di Jepang akan saya aplikasikan di Aceh Selatan,” tutupnya. (My/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar