Awas Penipuan Yang Mengatasnamakan DJP Online Maupun PT. Taspen

Awas Penipuan Yang Mengatasnamakan DJP Online Maupun PT. Taspen
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBAceh.news – Akhir-akhir ini semakin marak penipuan yang mengatasnamakan Dirjen Pajak melalui aplikasi pajak online palsu dan juga melalui link-link yang dikirim oleh si pelaku terhadap target atau korban.

Melalui tulisan ini, penulis mengajak kepada seluruh masyarakat  untuk berhati-hati dan teliti setiap ada panggilan masuk maupun pesan masuk baik melalui nomor handphone maupun melalui berbagai aplikasi media sosial.

Sudah banyak korban dan juga kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah akibat dari modus penipuan yang mengatasnamakan pajak online, Taspen dan lain sebagainya.

Modus dari operandi penipuan tersebut biasanya di mulai dengan menelepon ataupun mengirimi pesan masuk melalui aplikasi whatssapp dan juga sms.

Berdasarkan pengalaman yang penulis alami sendiri di bulan Januari 2025, para komplotan penipu ini melakukan telepon langsung dan mengaku dari petugas pajak dengan alasan akan ada perubahan data wajib pajak.

Dan untuk meyakinkan korban mereka akan mengirim pesan kepada korban surat elektonik yang berisikan data-data kita, mulai dari NIK, NPWP, data perusahaan dan data pribadi lainnya.

Setelah si korban merasa yakin bahwa seluruh data itu benar maka mereka akan mulai mengirimkan link khusus kepada korban untuk di buka, nah sampai ditahapan ini para komplotan penipu ini mulai meyakinkan korban apabia seluruh data kita sudah benar tahap terakhir mereka mulai menyuruh korban untuk membeli e-materai melalui internet banking.

Di tahap inilah dimulainya pengurasan isi rekening kita oleh si pelaku, setelah kita membuka link yang di kirim dan mentransfer uang yang diminta si pelaku maka hanya dalam hitungan menit isi rekening bank kita akan di kuras seluruhnya oleh pelaku, .

Maka saran penulis bagi masyarakat apabila ada penelepon ataupun pesan masuk yang mengatasnamakan suatu instansi, lebih baik diabaikan saja dan apabila kita ragu maka sebaiknya langsung kita mendatangai kantor/instansi yang dituju untuk menanyakan kebenaran informasi terkait data diri, perusahaan maupun hal lainnya.

Dan bagi kita yang sudah terlanjur menginstal “link” yang di kirimkan oleh si pelaku segera instal ulang atau mereset handphone untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak ada korban-korban yang lain. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar