By. Dr. Khairuddin MA
Tapaktuan, KBBAceh.news – Dalam hidup ini, teman adalah bagian penting dalam perjalanan kita. Mereka bisa menjadi penyejuk hati, namun juga bisa menjadi duri yang tak terlihat. Suatu ketika, saya pernah berkunjung kepada seseorang yang bijak, dan di akhir pertemuan, dengan suara lirih ia menyampaikan sebuah nasihat yang masih terngiang hingga hari ini. Katanya, “Hati-hati dengan beberapa tipe kawan.”
Lalu ia menyebutkan satu per satu:
Pertama, ada kawan yang suka memuji di depan kita, tapi mencaci di belakang kita. Di depan, wajahnya tersenyum manis, kata-katanya lembut dan penuh sanjungan. Namun ketika kita pergi, mulutnya berubah tajam, menyebarkan caci maki yang menyakitkan. Teman seperti ini ibarat madu yang dicampur racun.
Kedua, ada kawan yang diam saat bersama kita, namun diam-diam mencari kekurangan kita. Ia tak banyak bicara, seolah tak peduli. Tapi di balik diamnya, ia mengamati, mencari celah kesalahan, lalu menceritakannya ke orang lain. Saat kita jatuh, justru ia yang pertama menjadi cambuk yang menyudutkan kita. Teman seperti ini tak terlihat berbahaya, tapi sebenarnya bisa menghancurkan perlahan.
Ketiga, ada kawan yang karena kejelekannya, kita ikut jadi bahan gunjingan banyak orang. Bukan karena kita salah, tapi karena kedekatan kita dengannya, orang lain ikut mencibir dan menilai buruk. Teman semacam ini membuat nama kita ikut tercemar, walau niat kita hanya ingin berbuat baik.
Namun, jangan khawatir. Masih ada yang keempat. Ada kawan yang tulus. Ia tak pandai bersandiwara. Apa yang dia tahu, itulah yang dia sampaikan. Bila kita salah, dia tak mencaci, tapi memberi pemahaman. Ia membenahi dengan cinta, bukan menyakiti dengan kata-kata. Teman seperti inilah yang harus kita jaga, karena kehadirannya menuntun kita menuju kebaikan.
Saudaraku,
Dunia ini penuh warna, begitu juga dengan manusia. Maka bijaklah dalam memilih teman. Teman sejati bukan yang hanya hadir saat senang, tapi yang tetap ada, jujur, dan menguatkan saat kita terjatuh.
Semoga kita dikelilingi oleh teman-teman yang baik, yang mengajak kita dekat kepada kebaikan, dan menjauh dari keburukan.
Dan semoga, kita pun bisa menjadi teman yang seperti itu untuk orang lain. (Red)