Bukan Malaikat, Tapi Jangan Jadi Iblis

Bukan Malaikat, Tapi Jangan Jadi Iblis
  Akurat Mengabarkan
Penulis
|
Editor
Bagikan:

By Dr. Khairuddin MA

Tapaktuan, KBBAceh.news – Tulisan ini sengaja ditulis saat menghadiri acara Halal bi Halal Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh seluruh satuan kerja Kementerian Agama se-Indonesia. Dalam suasana hangat, penuh silaturahmi dan pesan kebangsaan, Menteri Agama menyampaikan sebuah kalimat yang sangat membekas di hati:

“Kita bukan malaikat, tapi tidak bebas menjadi iblis.”

Kalimat itu sederhana, tapi menampar lembut kesadaran kita sebagai manusia.

Manusia itu bukan malaikat. Kita punya kelemahan, kita bisa salah, kita bisa khilaf. Kita bisa marah, iri, kecewa, bahkan terjatuh dalam dosa. Itu wajar, karena kita bukan makhluk suci yang tak pernah tergelincir. Kita diciptakan dengan nafsu dan akal, diberi pilihan antara baik dan buruk.

Namun, meski bukan malaikat, bukan berarti kita bebas menjadi iblis. Iblis adalah simbol kesombongan, kedengkian, dan pembangkangan. Ia tahu kebenaran, tapi menolaknya. Ia kenal Tuhan, tapi memilih melawan. Ia jatuh, tapi tak mau bangkit. Ia salah, tapi menolak untuk menyesal.

Kita bukan malaikat, tapi kita juga bukan iblis. Kita manusia—makhluk yang diberi kehormatan karena potensi taubat dan perubahan. Kita bisa salah, tapi kita juga bisa kembali. Kita bisa lemah, tapi kita bisa menguatkan diri. Kita bisa terjatuh, tapi kita juga bisa bangkit lebih baik dari sebelumnya.

Jangan malu menjadi manusia yang pernah salah. Malulah kalau kita tahu itu salah, tapi terus melakukannya. Malulah kalau kita tahu itu menyakiti, tapi tetap mengulanginya. Karena yang membedakan manusia dan iblis bukanlah kesalahan—tapi kerendahan hati untuk mengakuinya dan keberanian untuk memperbaikinya.

Mari jadi manusia seutuhnya. Bukan sempurna, tapi terus berusaha. Bukan suci, tapi terus membersihkan diri. Bukan malaikat, tapi juga tak ingin menjadi iblis.

Karena yang Tuhan cintai bukan yang tak pernah jatuh, tapi yang terus bangkit dan kembali mendekat. (Red)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar