KBBAceh. News | Aceh Selatan – Semangat ibadah semakin hidup di lingkungan Pesantren Darul Aitami Kabupaten Aceh Selatan.
Di bawah kepemimpinan Tgk. Sumardy Tarmisal, para santri kini dengan penuh kesadaran melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis, setelah memahami makna dan manfaat spiritual dari ibadah tersebut.
Pimpinan Pesantren Darul Aitami, Tgk. Sumardy Tarmisal, menjelaskan pada Sabtu, 8/11/2025 bahwa semangat ibadah para santri bukanlah hasil paksaan, melainkan lahir dari pemahaman yang dibangun melalui pembinaan dan keteladanan sehari-hari.
“Kami tidak hanya mengajarkan teori ibadah, tapi juga menanamkan nilai dan rasa keikhlasan. Saat para santri memahami manfaat dan keutamaannya, mereka sendiri yang berinisiatif untuk mengamalkannya,” ujar Tgk. Sumardy.
Pesantren Darul Aitami menaungi lembaga pendidikan mulai dari Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, hingga Madrasah Aliyah, yang semuanya bergerak dalam satu visi membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berjiwa ikhlas dalam beramal.
Kegiatan puasa sunnah ini menjadi bagian dari upaya Darul Aitami dalam menumbuhkan karakter spiritual yang kuat di kalangan santri. Dengan dukungan lingkungan pesantren yang kondusif dan bimbingan pimpinan yang inspiratif, Darul Aitami terus berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berakhlakul karimah.
“Kami ingin menjadikan ibadah sunnah bukan sekadar rutinitas, tapi gaya hidup santri yang mencerminkan cinta mereka kepada Allah. Santri yang kuat bukan hanya kuat hafalannya, tapi juga kuat imannya dan istiqamah dalam ibadah,” tambahnya.
Semangat para santri Darul Aitami ini menjadi bukti bahwa keteladanan dan pembinaan yang tulus mampu menumbuhkan kesadaran ibadah dari dalam hati. Puasa sunnah Senin-Kamis kini menjadi simbol semangat spiritual yang menghidupkan suasana pesantren setiap pekannya.
Melalui kegiatan positif ini, Pesantren Darul Aitami berharap dapat menjadi sumber inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya, untuk menumbuhkan generasi yang mencintai ibadah, disiplin dalam amal, dan istiqamah dalam kebaikan.
“Kami percaya, ketika hati santri dekat dengan Allah, maka ilmunya akan membawa berkah, dan langkahnya akan menjadi cahaya bagi masyarakat,” tutup Tgk. Sumardy dengan penuh optimisme. (Red)