KBBAceh.News | Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem memilih bersikap tenang dan menahan diri dalam merespons tindakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang merazia kendaraan berpelat BL dari Aceh.
Aksi Bobby yang meminta kendaraan Aceh mengganti pelat ke BK viral di media sosial dan memicu perbincangan publik dua daerah.
“Biarkan orang lain berkicau. Tapi kita wanti-wanti juga, kalau sudah dijual kita beli, kalau sudah gatal kita garuk,” ujar Mualem disambut riuh anggota dewan.
Mualem menegaskan pemerintah Aceh akan tetap bersikap sabar dan tidak gegabah. Ia mengibaratkan pernyataan Bobby sebagai “kicauan burung” yang sebaiknya dianggap angin lalu.
“Tapi nggak apa-apa, kita tenang saja. Kita anggap angin berlalu, kicauan burung yang merugikan dia sendiri. Kita tunggu setelah siap fery kita nanti,” ucapnya.
Pernyataan Mualem merujuk pada rencana Aceh untuk memperkuat akses logistik dan transportasi melalui pembangunan dan pengoperasian kapal feri sendiri, yang dapat menjadi alternatif pengiriman barang keluar daerah.
Sebelumnya, video Bobby Nasution merazia kendaraan Aceh berpelat BL beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Bobby bersama rombongannya menghentikan sebuah truk berpelat BL di wilayah Langkat.
Bobby meminta agar pelat kendaraan tersebut diganti ke BK — pelat kendaraan Sumatera Utara — agar pajak kendaraan dapat masuk ke kas daerah Sumut.
“Biar bosmu tau, kalau nggak nanti bosmu nggak tau,” kata Bobby dalam sebuah video.
Bobby menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya melakukan peninjauan jalan amblas menuju destinasi wisata Tangkahan, Langkat, pada Sabtu (27/9). Ia menyebut banyak kendaraan Aceh yang beroperasi di wilayah Sumut tetapi membayar pajak di Aceh.
Aksi Bobby tersebut menuai respons dari sejumlah tokoh Aceh, termasuk senator Aceh yang mengingatkan agar Gubernur Sumut tidak mengganggu keharmonisan masyarakat kedua provinsi.
Menurut mereka, hubungan Aceh dan Sumut selama ini terjalin baik dan saling bergantung, sehingga langkah Bobby sebaiknya tidak memperkeruh suasana.
Isu pelat kendaraan ini sebenarnya berkaitan dengan pemasukan pajak kendaraan bermotor.
Banyak kendaraan barang asal Aceh beroperasi di wilayah Sumatera Utara, terutama untuk kegiatan logistik dan perdagangan, tetapi pajaknya tetap dibayarkan ke Aceh.
Langkah Bobby dimaknai sebagai upaya mendorong potensi pendapatan daerah Sumut, namun di sisi lain dinilai dapat menimbulkan sentimen antardaerah jika tidak dikomunikasikan dengan baik. (Red)