Direktur Poltas Diduga Sengaja Disingkirkan Oleh Pengurus Yayasan

Direktur Poltas Diduga Sengaja Disingkirkan Oleh Pengurus Yayasan
  
Penulis
|
Editor
Bagikan:

Tapaktuan, KBBACEH.news – Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas) menyusul berakhirnya masa priodeisasi jabatan Direktur Poltas Dr. Muhammad Yasar S.ST M.Sc, kian memanas.

Bahkan, Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PeKA) Teuku Sukandi mensinyalir bahwa Direktur Poltas Muhammad Yasar sengaja di singkirkan oleh Pengurus Yayasan Poltas bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan itu.

“Diantara informasi yang saya dapatkan diduga ada indikasi Dr. Muhammad Yasar yang sudah habis masa priodeisasi jabatannya sengaja di singkirkan oleh Pengurus Yayasan,” kata Teuku Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (9/2/2022).

Padahal sambungnya, Muhammad Yasar adalah figur dan putra daerah yang telah membawa harum nama Poltas dengan segala prestasi serta dedikasinya ke dunia internasional.

“Berdasarkan bocoran informasi, diduga sebelum masa priodeisasi Muhammad Yasar berakhir, Pendiri dan Pengurus Yayasan telah menghadap Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran,” ungkapnya.

Mereka para Pendiri maupun Pengurus Yayasan menyampaikan info bahwa masa jabatan Direktur Poltas sudah berakhir, oleh karenanya mereka minta pendapat Bupati Aceh Selatan.

Maka Bupati menanyakan balik bagaimana tentang persiapan pendiri dan pengurus Yayasan, maka jawab Pendiri dan Pengurus Yayasan mereka telah mempersiapkan pengganti Muhammad Yasar.

Saat itu Bupati Tgk. Amran menyarankan bila memang sudah ada pengganti yang lebih baik dari Muhammad Yasar maka silakan saja para Pendiri dan Pengurus Yayasan menunjuk penggantinya sebagai Direktur Poltas yang baru.

“Tetapi seandainya belum ada penggantinya maka silakan saja masa jabatan Direktur Poltas itu diperpanjang,” sebut Teuku Sukandi mengutip ucapan Bupati Tgk. Amran dalam pertemuan itu sebagaimana bocoran informasi yang diterimanya.

Teuku Sukandi melanjutkan, juga berdasarkan bocoran informasi itu, pada akhirnya apa yang telah disampaikan oleh para Pendiri dan Pengurus Yayasan itu kepada Bupati hanya bualan belaka.

“Ternyata mereka juga tidak mengindahkan saran dan pemikiran yang telah disampaikan oleh Bupati Aceh Selatan, padahal jabatan Bupati/Walikota, Gubernur dan Presiden saja boleh 2 priode,” cetusnya.

Disisi lain ia juga menduga ada skenario politik yang dirancang oleh Pengurus Yayasan bersama sekutunya dalam memasuki Tahun politik 2024 dengan strategi jebakan, “Bat Man” untuk merusak dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran.

“Tentu apa yang saya kemukakan ini tidak sema-mata dengan sekedar membaca apa yang tersurat tapi saya juga memperhatikan dengan seksama apa yang tersirat. Maka sepantas dan sepatutnya Bupati sesegera mungkin mengevaluasi para pengurus di Yapoltas,” tutupnya. (IS/Red).

Bagikan:

Tinggalkan Komentar